Akurat

PDIP yang Dirugikan Reshuffle, Bukan Prabowo!

Atikah Umiyani | 20 Agustus 2024, 14:10 WIB
PDIP yang Dirugikan Reshuffle, Bukan Prabowo!

AKURAT.CO Reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru-baru ini, disebut sebagai kelanjutan konflik dengan PDI Perjuangan (PDIP). Hal ini menjadi penyebab mengapa banyak kader PDIP yang berteriak dan mengkritisi reshuffle tersebut.

Direktur Riset dan Komunikasi Lembaga Survei KedaiKOPI, Ibnu Dwi Cahyo, mengatakan konflik ini bisa dilihat dari adanya menteri PDIP yang ditarik, yakni Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly yang digantikan oleh politisi Partai Gerindra Supratman Andi Agtas.

"Pergantian kabinet kali ini bisa dipahami oleh masyarakat dengan mudah, sebagai kelanjutan konflik politik antara Presiden Jokowi dengan Megawati atau PDIP," kata Ibnu kepada wartawan di Jakarta, Selasa (20/8/2024).

Bukan hanya kader yang ditarik, Jokowi juga turut menyasar orang dekat dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, yakni Menteri ESDM, Arifin Tasrif, yang kini digantikan oleh Bahlil Lahadalia yang merupakan calon ketua umum dari Partai Golkar.

Baca Juga: AHY Sambut Baik Reshuffle Kabinet Jokowi, Harap Transisi Kepemimpinan Berjalan Mulus

"Lalu penggantian Arifin Tasrif, bisa dimaknai karena kedekatannya dengan Megawati, tentu ini bukan lagi rahasia umum," ujarnya.

Sehingga, menurutnya wajar jika akhirnya banyak kader PDIP yang berteriak, seperti Deddy Sitorus yang menganggap bahwa reshuffle tersebut sebagai langkah Jokowi untuk mengamankan dinasti politiknya sekaligus kesiapannya menghadapi Prabowo Subianto.

Padahal menurutnya, reshuffle tersebut bisa saja sebagai bentuk persiapan dalam melakukan transisi dari Presiden Joko Widodo ke pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

"Yang menarik, apakah pergantian kabinet ini juga menjadi bagian dari transisi dari kabinet Jokowi ke kabinet Prabowo? Tentu pak Prabowo nanti yang bisa menjawabnya, mungkin tidak sekarang, misteri ini akan dijawab beliau pasca pelantikan 20 oktober nanti," ungkapnya.

Sebelumnya, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP merespons dengan tajam keputusan Presiden Joko Widodo untuk mereshuffle kabinet di penghujung masa jabatannya.

Ketua DPP PDIP, Deddy Yevri Sitorus, menilai bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari permainan politik untuk menghadapi Prabowo Subianto, melemahkan PDIP, dan menguasai sumber pendanaan politik.

"Reshuffle ini adalah triangle political game menghadapi Prabowo, melumpuhkan PDIP, dan menguasai sumber pendanaan politik. Alasan lainnya menurut saya tak lebih dari omong kosong," ujar Deddy dalam keterangannya, Senin (19/8/2024).

Dia menuduh Jokowi sedang bermain politik kekuasaan yang kotor untuk mengamankan kepentingan politik dinastinya. Menurutnya, tidak ada alasan etis, substansial, maupun teknis-birokratis yang bisa membenarkan reshuffle yang dilakukan hanya dua bulan sebelum Jokowi lengser.

"Saya melihat Jokowi sedang mempersiapkan langkah-langkah menghadapi Prabowo selama lima tahun ke depan," lanjut Deddy.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.