Kualitas Menkominfo Dipertanyakan, Jokowi Dinilai Perlu Reshuffle Kabinet

AKURAT.CO Kemampuan Budi Arie Setiadi dalam memimpin Kementerian Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) dipertanyakan setelah terjadinya serangan siber terhadap Pusat Data Nasional (PDN).
Pengamat Politik dari Citra Institute, Efriza, mengatakan bahwa kasus serangan terhadap PDN ini mencerminkan kegagalan pemerintah, terutama Menkominfo, dalam menjaga keamanan data.
“Kepemimpinan Budi Arie memang sudah diragukan sejak awal, karena kualitas dirinya yang sejak awal memang publik meragukan bahwa dia dapat menangani problematik di Kemenkominfo,” kata Efriza kepada wartawan di Jakarta, Senin (15/7/2024).
Baca Juga: Tawaran Perpanjangan Kontrak tak Sesuai, Ezra Walian Resmi Tinggalkan Persib Bandung
Efriza juga menyinggung proses pengangkatan Budi Arie sebagai menteri. Menurutnya, jabatan tersebut diberikan sebagai hadiah atas kerja kerasnya dalam memenangkan Presiden Joko Widodo pada Pilpres 2019.
Karena itu, ia meyakini bahwa pengangkatan Budi Arie sebagai Menkominfo tidak didasari oleh kualitas dan kompetensi, melainkan sebagai bentuk balas budi.
“Budi Arie ini harus diakui memperoleh jabatannya karena keberuntungan saja, tidak akan murni dinilai karena kualitas dirinya. Ia beruntung karena setelah tidak mendapatkan jabatan akibat memenangkan Jokowi sebagai presiden, justru Prabowo yang memperoleh jabatan,” ujarnya.
Baca Juga: Mendagri Apresiasi Perjuangan Mentan Amran Tambah Alokasi Pupuk
“Memberikan kepercayaan kepada Budi Arie yang dinilai hanya sebagai pemain lapangan untuk memenangkan pemilihan dan diangkat menjadi orang yang dianggap pantas mengelola kementerian adalah bukti bahwa kualitas diri Arie tidak berkapabel,” sambungnya.
Efriza menyarankan agar Presiden Jokowi segera melakukan reshuffle kabinet, terutama untuk posisi Menkominfo, agar tidak semakin banyak pihak yang dirugikan.
“Sudah pantas Budi Arie direshuffle, karena ia telah membuktikan tidak berkualitas dan tidak becus menangani Kemenkominfo. Jangan sampai mempertahankan Budi Arie malah merugikan masyarakat sebagai pemilih,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 8Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini







