Pecah Kongsi di Pilgub Banten, Golkar Tegaskan KIM Tetap Solid

AKURAT.CO Partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) berpotensi punya pilihan berbeda dalam menghadapi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten 2024.
Hal ini dapat dilihat dari sikap Partai Gerindra yang ternyata sudah lebih dulu mengusung pasangan Andra Soni-Dimyati, sebagai bakal calon gubenur dan wakil gubernur di Pilgub Banten. Pasangan ini juga telah mengantongi surat rekomendasi dari Partai Nasdem.
Sementara, Partai Golkar telah memberikan surat tugas kepada kadernya, yakni Airin Rachmi Diany untuk maju di Pilgub Banten. Airin dinilai sebagai sosok mumpuni dan punya latar belakang kuat, yakni sebagai Wali Kota Tangerang Selatan.
Baca Juga: Gerindra Klaim Riza-Marshel Sudah Kantongi Dukungan 20 Persen, Tak Hanya dari KIM
Di tengah adanya perbedaan pilihan, Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa Koalisi Indonesia Maju (KIM) akan tetap solid.
"Tetap solid," kata Airlangga di Kantor DPP Golkar, Jakarta Barat, dikutip Kamis (11/7/2024).
Pihaknya juga masih terus melakukan pembicaraan dengan partai-partai terkait. Termasuk terkait pembicaraan mengenai nama-nama yang akan menjadi pendamping Airin nanti.
"Tentunya kita masih ada pembicaraan," ucapnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Gerindra, Habiburokhman mengatakan pihaknya siap bersainh secara sehat di Pilgub Banten. Hal ini karena adanya potensi pecah kongsi antara partai-partai yang tergabung dalam KIM.
"Kalau enggak bisa bareng, ya tentu kita berkompetisi secara sehat," kata Habiburokhman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/7/2024).
Habiburokhman mengaku, pihaknya sudah berupaya untuk mendorong Andra Soni agar menjadi pendamping Airin. Namun, menurutnya pihak Golkar tak memberi restu.
"Ya saya pikir kita sudah mendapatkan info bahwa tidak berkenan, kan, Pak Andra Soni jadi wagub di sana, begitu. Pihak sana enggak berkenan," pungkas Habiburokhman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









