Pengamat: PDIP Perlu Pecat Hasto karena Minim Prestasi

AKURAT.CO DPP PDIP dinilai perlu memecat Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, karena sudah minim prestasi. Apalagi, kini Hasto menjadi incaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Pengamat politik, Jerry Massie, mengatakan, dengan diincarnya Hasto oleh KPK terkait kasus Harun Masiku, salah satu penyebabnya lainnya karena Hasto terlalu gencar menyerang personal Presiden Joko Widodo (Jokowi).
“Saya pikir memang ini (Hasto) sudah lama diincar KPK. Kan sempat hampir ada penangkapan tapi gagal. Selain KPK menyita HP untuk mendalami lebih lagi terkait soal keberadaan Harun Masiku memang saya curigai ini bisa buntut dari penyerangan secara personal Hasto pada Jokowi,” kata Jerry kepada Akurat.co, Kamis (27/6/2024).
Baca Juga: Pegawai Kemenkumham yang Konsumsi Sabu Bareng Wanita Masih Diproses Hukuman Disiplin
Menurut Jerry, kekalahan PDIP di sejumlah kontestasi kemarin, membuat Hasto tak layak lagi menjabat sebagai tangan kanan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.
“Memang sejak Hasto pegang sebagai sekretaris DPP PDIP minim presatasi. Bahkan Pilkada lalu Ahok kalah di DKI dan Djartot kalah di Sumut. Bahkan mereka peringkat buncit di pilpres. Selain kalah dari Prbaowo, Ganjar keok dari Anies Baswedan,” ujarnya.
“Bukan hanya itu suara PDIP di DPR melorot dari 128 kursi turun menjadi 110 jumlah kursi mereka turun jauh. Jadi PDIP perlu mereshuffle Hasto,” tambah Jerry.
Baca Juga: Diduga Sopir Mengantuk, Truk Kontainer Tabrak Mobil Boks hingga Rumah Makan di Bekasi
Ia menambahkan, jika Hasto masih menjadi Sekjen hingga Pilkada 2024 nanti, maka kemungkinan besar seluruh partai politik enggan berkoalisi, karena dapat merugikan suara mereka seperti di Pilpres 2024 lalu.
“Dan saya lihat dampak buruk jika partai berlambang banteng moncong putih tetap mempertahankan Hasto sebagai Sekretaris mereka. Bahkan partai besar pun disejumlah daerah enggan berkoalisi dengan PDIP,” pungkasnya.
Sebagai informasi, dilansir dari Majalah Tempo edisi pekan ini, Anggota DPR dari PDIP, Deddy Yevri Hanteru Sitorus, mengatakan ada dugaan upaya penggantian sekretaris jenderal karena Hasto dianggap menghalangi komunikasi antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Baca Juga: Randy Pangalila Pensiun dari Arena Body Combat Usai Menang Lawan Kkajhe, Ini Alasannya…
Sikap kritis kepada Jokowi dan keluarganya diduga juga membuat Hasto kembali terjerat dalam pemeriksaan untuk mengungkap kasus Harun Masiku.
Dalam internal PDIP, ide mengganti sekretaris jenderal juga menguak. Deddy Sitorus menaruh kecurigaan adanya upaya menempatkan perwakilan Istana menjadi pengganti Hasto.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









