Akurat

Usung Anies Baswedan, PDIP Enggak Bakal Ditinggal Pendukung

Atikah Umiyani | 18 Juni 2024, 07:50 WIB
Usung Anies Baswedan, PDIP Enggak Bakal Ditinggal Pendukung

AKURAT.CO Basis pemilih dan pendukung PDI Perjuangan diyakini akan tetap setia, sekalipun mengusung Anies Baswedan di Pilkada Jakarta 2024.

Menurut pengamat komunikasi politik dari Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing, kesetiaan basis pemilih PDIP tergantung bagaimana pola komunikasi yang dibangun ke depan.

Ia menyadari, dalam periode sebelumnya PDIP adalah salah satu partai yang paling vokal dalam mengkritik Anies saat menjabat Gubernur DKI Jakarta.

Namun, riwayat ini dinilai tidak akan berpengaruh jika tidak ada pihak yang mengungkit-ungkitnya kembali.

Baca Juga: Duet Anies-Kaesang Jadi Win-win Solution Buat Jokowi dan Prabowo

"Kalau (persoalan itu) terus ter-sounding, saya kira akan mempengaruhi. Tapi celakanya hanya ter-sounding pada momen politik tertentu, setelah itu tidak ter-sounding. Karena prinsip masyarakat itu, semua manusia itu pelupa," jelas Emrus saat dihubungi, Selasa (18/6/2024).

Ia menilai wajar seandainya nanti PDIP mengusung Anies di Pilkada Jakarta.

Sebab, perubahan sikap dalam perpolitikan Indonesia adalah hal yang lumrah terjadi.

Emrus mencontohkan bagaimana Prabowo Subianto yang menjadi pesaing bagi Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019.

Namun, sebagai pihak yang kalah, Prabowo justru bergabung dalam pemerintahan Jokowi di periode kedua.

"Dialektika semacam itu di Indonesia jadi budaya politik kita. Artinya apa, bahwa kemarin sebagai antitesis atau oposisi, tapi tidak lama kemudian bisa menjadi bagian dari kekuasaan, misalnya Prabowo," ujarnya.

Baca Juga: Lirik Lagu Insya Allah dari Juicy Luicy, Single Baru Menceritakan Kenangan Masa Lalu

Emrus meyakini jika nanti PDIP akan mengusung Anies di Pilkada Jakarta, perbedaan sikap dan sejumlah persoalan masa lalu tidak akan mengemuka lagi atau menjadi bahasan di ruang publik.

"Saya tidak yakin itu mengemuka, karena wacana publik juga di-drive oleh aktor-aktor politik kan. Jadi, kalau aktor politik menginjak rem maka itu tidak mengemuka. Tergantung aktor politik ngegas atau ngerem tentang hal itu," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
W
Editor
Wahyu SK