Akurat

PDIP Akui Sudah Komunikasi dengan Khofifah untuk Pilgub Jatim, tapi Punya Opsi Lain

Paskalis Rubedanto | 13 Mei 2024, 15:40 WIB
PDIP Akui Sudah Komunikasi dengan Khofifah untuk Pilgub Jatim, tapi Punya Opsi Lain

AKURAT.CO Sekretaris Jenderal PDIP Kristiyanto, menyebut sudah berkomunikasi dengan Khofifah Indar Parwansa, untuk membicarakan dukungan maju di Pilgub Jawa Timur (Jatim).

“Ya Pak Said Abdullah selaku yang ditugaskan di Jawa Timur, melakukan komunikasi yang intens dengan ibu Khofifah, yang tentu saja itu menjadi suatu opsi,” katanya di Gedung Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, Senin (13/5/2024).

Kendati demikian, kata Hasto, PDIP masih menjadikan Khofifah sebagai opsi, karena akan berkomunikasi dengan partai lain juga.

Baca Juga: Masuk Bursa Cagub Jakarta, Heru Budi Hartono: Hari Esok Penuh Misteri

Seperti PKB, Golkar, Gerindra, dan lain sebagainya, mengingat waktu pendaftaran masih cukup lama.

“Tetapi kami juga punya opsi lain, untuk misalnya memadukan kader PDI Perjuangan yang berprestasi dengan partai lain. Ya misalnya PKB, kemudian ada juga dari Golkar yang juga sudah berkomunikasi, dari Gerindra, sehingga nama-nama saat ini masih pengerucutan, mengingat pendaftaran itu baru dilakukan pada 24 sampai 27 Agustus,” demikian Hasto.

Sebelumnya, Mantan Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parwansa, menyebut sudah berkomunikasi dengan parpol selain Koalisi Indonesia Maju (KIM), seperti PDIP, PSI, dan PPP.

Baca Juga: Mengenal KRIS yang Akan Jadi Pengganti Kelas BPJS Kesehatan, Kapan Berlakunya?

“Jadi partai menurut saya kluster satu, fix bahwa partai-partai yang ada di dalam Koalisi Indonesia Maju sudah memberikan dukungan, itu kluster satu. Kluster 2 adalah partai-partai yang sudah membangun komunikasi, jadi PDIP, PSI, kemudian ada PPP, itu yang sudah membangun komunikasi,” jelasnya usai acara Workshop Rakornas PAN Pilkada 2024, di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Jumat (10/5/2024).

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.