Akurat Logo

Janji Zulhas Kepada Bakal Calon Kepala Daerah: Kami Enggak Akan Minta Proyek

Paskalis Rubedanto | 10 Mei 2024, 18:12 WIB
Janji Zulhas Kepada Bakal Calon Kepala Daerah: Kami Enggak Akan Minta Proyek

AKURAT.CO Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan (Zulhas), blak-blakan kepada sejumlah bakal calon kepala daerah yang akan maju diusung PAN ke Pilkada 2024.

Zulhas menyebut, walaupun mereka maju lewat rekomendasi PAN, pihaknya tidak akan meminta jatah proyek di daerah-daerah tersebut jika mereka terpilih.

“Insya Allah pak, kami enggak akan minta-minta projek, enggak, enggak, saya sudah dukung banyak, saya enggak minta proyek,” ucap Zulhas dalam sambutannya di acara Workshop Rakornas PAN Pilkada 2024, di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Jumat (10/5/2024).

Baca Juga: APPSI Siapkan Pelatihan Digital Untuk Pedagang Pasar Tradisional

Ia juga mewanti-wanti jika ada yang mengatasnamakan dirinya minta proyek, dapat dipastikan itu bukan dirinya.

“Dan tidak usah ada mengatas namakan saya meminta projek, enggak ada, kami enggak minta projek-projek, tidak,” tegas Zulhas.

Lebih lanjut, Menteri Perdagangan ini mengatakan, hal yang diminta oleh PAN adalah, para kepala daerah tersebut bisa sungguh-sungguh memajukan daerahnya.

“Tapi meminta berjuang sungguh-sungguh, agar keadaan masyarakat kabupaten/kota/provinisi bapak lebih baik, maka Indonesia lebih baik, maka cita-cita kita 2045 menjadi negara maju bisa kita capai,” tuturnya.

Baca Juga: PSSI Pastikan Ikut Turnamen Toulon, Kirim Timnas Indonesia U-20 Besutan Indra Sjafri

“Tadi saya ditanya disini waktu Bu Khofifah datang kesini oleh wartawan, apa yang sudah diberikan oleh PAN selama 5 tahun, saya mengatakan kalu Bapak Ibu insya Allah berbuat yang terbaik untuk kabupaten saudara, berbuat terbaik untuk provinsi saudara, itu lah cara membalas kalau PAN memberika rekom,” pungkas Zulhas.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.