Tanggapi Isu 40 Kementerian, Idrus Marham Bicara Peluang Pemisahan Sektor Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Atikah Umiyani | 9 Mei 2024, 21:33 WIB

AKURAT.CO Ketua Dewan Pembina Bappilu Partai Golkar, Idrus Marham ikut merespons soal adanya rencana Presiden terpilih periode 2024-2029, Prabowo Subianto untuk menambah kementerian baru menjadi 40.
Idrus menilai, tidak ada salahnya jika hal itu direalisasikan. Sebab, saat ini masih ada sejumlah kementerian yang bidangnya tidak saling berkaitan dan dapat menganggu fokus pada menteri-menteri yang menjabat.
Salah satu contohnya yaitu di dalam Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Menurut Idrus, Lingkungan Hidup dan Kehutanan adalah dua bidang yang semestinya dipisahkan.
"Menteri itu perlu fokus, jangan di suatu kementerian ada ini, ada ini, sekarang misalkan, ada lingkungan hidup, ada kehutanan, ada apalagi disitu," kata Idrus dalam sesi Akurat Talk, dikutip Kamis (9/5/2024).
Menurut Idrus, tidak ada alasan yang kuat mengapa Lingkungan Hidup dan Kehutanan digabung ke dalam satu kementerian. Padahal, tidak selalu kedua bidang tersebut saling berkaitan.
"Kalau di pisah misalkan, kan ada lingkungan hidup sendiri, karena lingkungan hidup tidak semata-mata dengan kehutanan kan, kenapa, apa alasannya dikaitkan, begitu misalnya," ujarnya.
Idrus juga meyakini, orang-orang yang ahli di bidang kehutanan belum tentu ahli di bidang lingkungan hidup, begitupun sebaliknya. Karenanya, ia yakin penggabungan semacam ini akan mengganggu produktifitas kinerja menteri.
"Jadi biarlah yang ngurusin lingkungan hidup kementerian sendiri, biar lebih fokus, sehingga dengan demikian menterinya ini bisa lebih produktif, dan juga ahli lingkungan hidup belum tentu memahami masalah kehutanan, itu misalkan contoh saja," tuturnya.
Oleh sebab itu, Idrus mengajak semua pihak untuk tidak memandang negatif rencana penambahan kementerian tersebut. Ia yakin, rencana ini bukan ditujukan untuk menampung koalisi yang besar.
"Mari kita awali dengan positif thinking, jangan belum apa-apa sudah curiga, jangan belum apa-apa sudah pikirannya negatif," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun
- 10Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara







