Akurat

PDIP Jadi Oposisi karena Prinsip, Bukan Terpengaruh Ganjar Pranowo

Wahyu SK | 8 Mei 2024, 22:33 WIB
PDIP Jadi Oposisi karena Prinsip, Bukan Terpengaruh Ganjar Pranowo

AKURAT.CO PDI Perjuangan (PDIP) dinilai tidak akan terpengaruh dengan sikap Ganjar Pranowo yang memilih berada di luar pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Sekalipun dalam rakernas nanti PDIP memutuskan untuk menjadi oposisi bagi pemerintahan Prabowo-Gibran, dapat dipastikan bahwa hal itu bukan lantaran mengikuti sikap Ganjar saat ini.

"Seandainya nanti PDIP mengambil langkah oposisi, itu bukan karena Ganjar. Karena itu sikap Megawati, sikap institusi atau kelembagaan partai politik atau PDIP yang memang pilihannya menjadi oposisi," jelas pengamat politik dari Universitas Al-Azhar, Ujang Komarudin, saat dihubungi Akurat.co, Rabu (8/5/2024).

Baca Juga: Ganjar Pranowo: Berpolitik Tidak Harus Punya Jabatan

Dia mencontohkan saat Ganjar dan PDIP punya sikap yang berbeda terkait penggunaan hak angket di DPR.

Di mana, Ganjar yang mendorong hak angket ternyata tidak disambut oleh Fraksi PDIP di DPR hingga akhirnya batal.

Menurut Ujang, ini menjadi tanda bahwa sikap PDIP tidak dipengaruhi oleh kemauan dan keinginan Ganjar secara pribadi.

"Kita lihat, misalkan ya, contoh ketika Ganjar mengusulkan hak angket, ramai-ramai. Lalu hak angketnya tidak jadi. Kan PDIP-nya tidak ikut Ganjar, tidak ngikutin Ganjar untuk mendorong hak angket, enggak ada," ujarnya.

Jika nanti PDIP memilih menjadi oposisi di pemerintahan Prabowo-Gibran, Ujang yakin bahwa keputusan itu murni didasari prinsip yang dipegang dalam melihat realitas politik terkini.

Baca Juga: PBB Acungi Jempol ke Ganjar Pranowo Usai Jadi Oposisi, Ini Sikap Kesatria

"Karena itu sikap PDIP saja berdasarkan realitas rasional politik dan dinamika politik yang ada saat ini dan ke depan. Saya sih melihatnya PDIP lebih condong ke oposisi memang bukan ikuti Ganjar tapi dia punya prinsip sendiri PDIP," pungkas Ujang.

Sebelumnya, mantan capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo, mendeklarasikan diri sebagai oposisi agar bisa menjadi penyeimbang bagi pemerintahan Prabowo-Gibran.

"Saya deklarasi. Pertama, saya tidak akan bergabung di pemerintahan ini," katanya pada Senin (6/5/2024).

Meski begitu, Gubernur Jawa Tengah dua periode tersebut akan tetap menghormati pemerintahan yang baru.

"Tapi saya sangat menghormati pemerintahan ini dan kami akan melakukan kontrol dengan cara yang benar," kata Ganjar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
W
Editor
Wahyu SK