Mahfud MD Ajak Masyarakat Move On dan Kembali Fokus Membangun Bangsa

AKURAT.CO Pakar hukum tata negara yang juga mantan calon wapres nomor urut 3, Mahfud MD, mengaku menghindari kampus selama masa kampanye Pilpres 2024.
"Saya Anggota Majelis Wali Amanat Universitas Brawijaya sejak 2022. Saya rajin datang ke UB tapi selama musim kontestasi pilpres saya tidak datang. Saya menjaga diri agar tidak menimbulkan fitnah bagi rektor," katanya di Jakarta, Minggu (5/5/2024).
Menurut Mahfud, jika dirinya mendatangi kampus tempatnya mengajar tentu akan ada gosip-gosip yang menyerang Universitas Brawijaya (UB).
Rektor UB, misalnya, akan dibilang mendukung Mahfud MD dan itu merupakan kondisi yang tidak baik bagi kampus tersebut.
Baca Juga: Hadir di KPU, AMIN Dinilai Lebih Punya Jiwa Negarawan Dibanding Ganjar-Mahfud
Maka itu, selama musim kampanye Mahfud tidak pernah mendatangi kampus-kampus, termasuk UB.
Mahfud cuma mengecualikan kampus-kampus yang memang menggelar kampanye terbuka dan mengundang semua kontestan Pilpres 2024.
"Saya sengaja ke berbagai kampus tidak datang kecuali dalam kampanye terbuka yang sengaja diselenggarakan kampus seperti Unair, kampanye terbuka. Semua kontestan diundang tapi kalau kuliah saya tidak, berhenti selama musim kampanye," jelasnya.
Selain itu, banyak pejabat yang dulu diangkat atas rekomendasi darinya diberikan peringatan untuk menjauh sementara. Terutama, ketika ada agenda kampanye ke daerah-daerah.
Antara lain Gubernur Sumatra Utara yang dulu merupakan staf ahli atau Pangdam Sumut yang dulu Sespri di Kemenkopolhukam ketika Mahfud menjabat Menko Polhukam. Ketika ada agenda kampanye di Medan, Mahfud meminta mereka tidak mendekat.
"Ketika saya akan ke Medan, saya bilang 'tolong beritahu ke gubernur dan pangdam kalau saya ke Medan jangan dekat-dekat, nanti tidak enak bagi Anda'," tutur Mahfud.
Baca Juga: MK Tolak Gugatan Pilpres 2024, Tim Ganjar-Mahfud: Demokrasi Indonesia dalam Masa Kegelapan
Kini Pilpres 2024 sudah selesai dan Mahkamah Konstitusi sudah memberi putusan. Karenanya, Mahfud mengaku mulai kembali ke kampus untuk mengajar.
"Karena kontestasi sudah selesai, pilpres sudah selesai, saya melakukan normalisasi kehidupan karena sekarang sudah tidak ada lagi, saya hadir lagi ke UB setiap diundang. Asal tidak berbenturan, pasti datang," jelasnya.
Bagi Mahfud, sekarang sudah tidak ada lagi ekor-ekor dari kontestasi Pilpres 2024 karena pengadilan yang bernama MK sudah memutuskan selesai.
Menurutnya, siapa saja yang mengikuti kontestasi harus bisa menerima putusan pengadilan tersebut.
Sebab jika setiap kontestan yang kalah tidak mau menerima putusan pengadilan maka negara tidak akan berjalan.
Karenanya, Mahfud turut mengajak masyarakat untuk move on dan kembali fokus membangun bangsa.
"Misalnya saya menang lalu yang satu menggugat, sudah diputus masih menggugat lagi, diputus gugat lagi, negara ini tidak berjalan. Oleh sebab itu, keadaban kita dalam hukum itu harus benar, benar dalam membuat aturan hukum, benar dalam menegakkan aturan hukum," pungkas Mahfud.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









