Akurat

Projo Berharap Jokowi Jadi Ketum Partai Usai Lengser: Mubazir Jika Pulang Kampung

Atikah Umiyani | 30 April 2024, 11:00 WIB
Projo Berharap Jokowi Jadi Ketum Partai Usai Lengser: Mubazir Jika Pulang Kampung

AKURAT.CO Ketua Bapilpres Projo, Panel Barus meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk tetap melanjutkan aktivitas politiknya pasca lengser pada Oktober mendatang. Ia berimajinasi Jokowi bisa menjadi ketua umum partai pada suatu hari nanti.

Bukan tanpa sebab, permintaan dan harapan tersebut ada karena Jokowi dinilai sebagai sosok yang membawa banyak manfaat. Hal itu disampaikan Panel saat Projo bertemu langsung dengan Jokowi.

"Kami sampaikan bahwa bapak ini aset bangsa, aset politik, terus pak Jokowi ini approval ratingnya tinggi sekali, sampai akhir masa jabatan, lalu yang ketiga pak Jokowi juga membawa warna dan gaya baru dalam politik nasional dengan relawannya dengan gaya kepemimpinannya yang tidak berjarak dengan rakyat," kata Panel kepada Akurat.co, Selasa (30/4/2024).

Baca Juga: Jika Jadi Cagub DKI, Projo: Lawan Ridwan Kamil Bakal Berat

Selain itu, keberadaan Jokowi dalam suatu partai pun terbukti berhasil membawa dampak elektoral yang besar. Sehingga, sudah sepantasnya jika Jokowi memilih untuk melanjutkan aktif di politik.

"Kami juga melihat ketika bapak berlabuh di satu partai politik, bapak selalu memberikan satu nilai tambah, memberikan insentif elektoral yang luar biasa," ujar Panel.

Panel meyakini, kecintaan masyarakat terhadap Jokowi masih tak terbendung. Karena itu, ia menilai mubazir jika Jokowi memutuskan untuk pulang kampung, apalagi usianya masih tergolong muda pasca tak jadi presiden, yakni 63 tahun.

"Berangkat dari pemikiran itu, akhirnya kami berimajinasi kayaknya pak Jokowi kedepan nih cocok untuk memimpin partai politik," ucapnya.

Di sisi lain, Jokowi juga memiliki banyak kontribusi terhadap kemajuan dan optimisme bangsa dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.

"Bapak sudah mengglorifikasi, bapak sudah menyemangati bangsa ini supaya bisa maju, bapak sudah menyuntikan optimisme bahwa Indonesia emas bisa terjadi di 2045, masa iya bapak pulang kampung, mubazir pak kami bilang," tandasnya. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.