Akurat

Timur Tengah Memanas, Airlangga Ingatkan Pentingnya Soliditas Seluruh Parpol di Indonesia

Atikah Umiyani | 16 April 2024, 11:10 WIB
Timur Tengah Memanas, Airlangga Ingatkan Pentingnya Soliditas Seluruh Parpol di Indonesia

AKURAT.CO Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan, butuh soliditas semua partai politik (parpol) di dalam negeri untuk menghadapi situasi di Timur Tengah yang sedang memanas.

Hal itu disampaikan Airlangga saat ditanya mengenai acara halal bihalal Partai Golkar yang terkesan sebagai upaya untuk merangkul parpol di luar koalisi Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Sebagai informasi, acara tersebut tidak hanya dihadiri oleh parpol Koalisi Indonesia Maju (KIM), tetapi juga turut dihadiri oleh Plt. Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono. Airlangga juga turut mengundang Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh meskipun pada akhirnya berhalangan hadir.

Baca Juga: Konflik Israel-Iran, Pimpinan Komisi VII DPR Bicara Urgensi Percepatan Transisi Energi

"Kondisi geopolitik kan tidak baik-baik saja, apalagi baru pecah di Timur Tengah, Israel ada serangan dari Iran. Nah tentu kita tentu di dalam negeri itu butuh soliditas politik," kata Airlangga di DPP Golkar, Senin (15/4/2024) malam.

Menurutnya, persatuan dan kesolidan parpol di dalam negeri sangat diperlukan untuk memperkuat stabilitas politik dalam menghadapi ketidakpastian situasi geopolitik global.

"Jadi kita harus move on dengan tantangan yang tidak biasa dan tentunya membutuhkan soliditas dari seluruh parpol menghadapi ketidakpastian dunia ini," ucapnya.

Sebab, dia menilai kesolidan menjadi kunci agar masa transisi kepemimpinan yang akan dihadapi Indonesia bisa berjalan dengan baik dan lancar.

"Tetapi selama kita solid ekonominya, solid politiknya insya Allah transisi situasi ini kita bisa jaga bersama, apalagi kita tentu berharap dewan keamanan PBB bisa mengambil langkah-langkah supaya terjadi deeskalasi bukan eskalasi," ungkapnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.