Menko PMK: Penyaluran Bansos Sudah Dikonsep Jauh Hari Sebelum Pemilu 2024

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy, menegaskan penyaluran bantuan sosial (bansos) tidak ada kaitannya dengan pelaksanaan pesta demokrasi alias pemilu.
Dia menyebutkan penyaluran bansos sudah lebih dulu ditetapkan dengan tujuan untuk menghapus kemiskinan ekstrem.
Baca Juga: Bansos Januari-Juni Bukan Bantuan Reguler, Muhadjir: untuk Mitigasi Bencana El Nino
"Kami memahami apabila tugas dan fungsi kamu untuk mengkoordinasikan, mensinkronkan, dan mengendalikan pelaksanaan program di lapangan kemudian dikait-kaitkan dengan pesta demokrasi beberapa waktu yang lalu," katanya saat memberikan kesaksian dalam sidang sengketa Pilpres 2024 di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (5/4/2024).
"Namun perlu kami tegaskan, bahwa pelaksanaan program-program tersebut di atas sudah direncanakan sejak awal untuk mencegah terjadinya angka kemiskinan dan sekaligus untuk menurunkannya," sambungnya.
Sebelumnya, Muhadjir mengungkapkan pemerintah sedang mengejar target dalam menekan angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem yang harus tercapai pada tahun 2024.
Dia mengatakan, angka kemiskinan di Indonesia pada Maret 2023 menyentuh angka 9,36 persen sedangkan target ditetapkan pada angka 6,5-7,5 persen. Sedangkan untuk kemiskinan ekstrem pemerintah menargetkan nol persen pada tahun 2024.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









