Akurat

Jusuf Kalla Minta Pemilu Dikembalikan ke Sistem Proporsional Tertutup

Paskalis Rubedanto | 7 Maret 2024, 22:09 WIB
Jusuf Kalla Minta Pemilu Dikembalikan ke Sistem Proporsional Tertutup

 

AKURAT.CO Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, mengusulkan agar pemilu kembali digelar dengan sistem proporsional tertutup. 

Dia menuturkan jika pemilu digelar dengan sistem proporsional tertutup, partai politik akan menyeleksi sendiri kadernya untuk menjadi anggota DPR maupun calon presiden dan calon wapres.

"Ini harus kembali kepada sistem pemilu tertutup supaya antara calon tinggal diseleksi dulu oleh partai. Ini orang yang baik, bukan hanya orang asal terkenal," katanya di Kampus Universitas Indonesia, Depok, Kamis (7/3/2024).

Politisi senior Partai Golkar itu mempersoalkan peserta pemilu era sekarang yang hanya bermodalkan terkenal, seperti dari kalangan artis hingga pelawak.

Baca Juga: JK: Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah

Akhirnya, banyak yang menjadi anggota dewan hanya bermodalkan sensasi.

"Kalau sekarang dipilih asal terkenal saja, termasuk artis banyak, pelawak pun banyak supaya gampang dipilih. Akhirnya tidak lagi melihat kemampuannya saja," ucap Jusuf Kalla.

Jusuf Kalla menilai Pemilu 2024 paling buruk sepanjang sejarah kepemiluan di Indonesia.

Menurut dia, Pemilu 2024 diatur oleh pemerintahan dan kelompok yang berduit.

"Saya pernah mengatakan ini adalah pemilu yang terburuk dalam sejarah pemilu Indonesia sejak 1955. Artinya adalah demokrasi pemilu yang kemudian diatur oleh minoritas. Artinya orang yang mampu, orang pemerintahan, orang-orang yang punya uang," katanya dalam diskusi bersama mahasiswa FISIP UI.

Baca Juga: Demokrat Sentil Soal Hak Angket: Pemilu 2024 Brutalnya di Mana?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.