Bivitri Susanti Minta Dirty Vote Diperlakukan Sebagai Karya: Jika Ada Data yang Salah, Bantah Saja

AKURAT.CO Film dokumenter Dirty Vote terus menyita perhatian publik. Terkini, film ini sukses meraup 20 juta viewers dalam rentang waktu 7 hari.
Pakar hukum tata negara sekaligus pemeran pada film ini, Bivitri Susanti, meminta dokumenter Dirty Vote diperlakukan sebagai karya.
“Perlakukan DV sebagai sebuah karya dengan data. Kalau memang ada data yg salah, bantah saja,” kata Bivitri melalui akun Instagramnya, @bivitrisusanti, Minggu (18/2/2024).
Baca Juga: Koordinasi dengan Ahli ITE, Polres Jaksel Terus Selidiki Dugaan Judi Online Selebgram Hana Hanifah
Kemudian, ia menyebutkan sejauh ini tidak ada bantahan data dari pihak manapun. Hal ini dikarenakan, data yang ada pada dokumenter ini memang data yang sudah dilihat oleh tim produksi selama ini.
“Yang kami lakukan adalah memberikan catatan dan meletakkannya dalam satu cerita yang utuh. Kami juga telusuri putusan MK, MKMK, dan juga Bawaslu dengan tekun sebelum memberikan catatan-catatan dan analisis,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sudah memperjuangkan hal seperti ini sedari dulu, hanya saja dikecilkan oleh penguasa sehingga membuat banyak hal menjadi tak terlihat.
Baca Juga: Bagaimana Cara Memilih Raket Badminton yang Bagus dan Tepat?
“Makanya memang perlu cerita utuh seperti yang dikemas oleh film ini. Semua sudah ada penelitian di baliknya dan banyak diskusi tentang ini di mana-mana,” tuturnya.
Kemudian, terkait putusan MK diakuinya sudah dieksaminasi oleh timnya di UGM bersama Center for Applied Legal Studies (CALS).
“Dan bahkan beberapa diantara kami juga menjadi pelapor di MKMK dalam kasus Anwar Usman,” tambahnya.
Baca Juga: Bagaimana Cara Memutihkan Kulit dan Cerah Secara Alami? Simak 5 Tips Gratis Berikut!
Sementara itu, ia menegaskan bahwa semua perjuangan dirinya dan rekan-rekannya sudah diusahakan sedari dulu. Hanya saja sebagai film memang tergolong baru.
“Sebagai film, ya memang baru. 2 minggu prosesnya,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









