Akurat

Temukan Indikasi Curang, Timnas Amin Minta Masyarakat Tak Terlena Quick Count

Paskalis Rubedanto | 16 Februari 2024, 19:49 WIB
Temukan Indikasi Curang, Timnas Amin Minta Masyarakat Tak Terlena Quick Count

AKURAT.CO Temukan banyak indikasi kecurangan pemilu, Tim Pemenangan Anies-Muhaimin (Timnas Amin) meminta masyarakat untuk tidak terlena dengan hasil quick count.

Juru Bicara Timnas Amin, Indra Charismiadji mengatakan agar masyarakat tetap menunggu penghitungan asli dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Masyarakat jangan sampai terlena dengan quick count ini, karena itu harusnya menggunakan penghitungan yang asli dengan real count yang menentukan siapa yang menjadi pemimpin di republik ini,” ujar Indra kepada Akurat.co, di Jakarta, Jumat (16/2/2024).

 Baca Juga: Kata Hasto, Kubu Amin Juga Rasakan Ada Kecurangan

Mulanya, Indra mengungkap, Timnas Amin banyak menerima laporan terkait indikasi kecurangan dalam pemilu ini, sehingga saat ini, pihaknya tengah menyelidiki lebih lanjut. 

Politisi Partai Nasdem itu juga menyebut, pihaknya tidak ingin jika ada manipulasi suara, misalnya ada suara yang berasal dari pemilih yang tidak layak menjadi pemilih. 

“Kita juga tidak ingin yang bukan rakyat, yang bukan warga negara Indonesia, yang bukan manusia, yang masih hidup tentunya dan tidak layak untuk menjadi pemilih, ternyata ikut menyumbangkan suara juga. Ini kan bakal menjadi pemilu yang tidak baik,” bebernya.

 Baca Juga: Lautan Manusia di JIS, Cak Imin : Ini Tanda-tanda AMIN Menang Besar

Dirinya pun menekankan, hal terpenting adalah memastikan pemilu 2024 berjalan dengan sebaik-baiknya, alias tidak ada kecurangan apapun.

“Jadi kepentingan kami adalah memastikan bahwa pemilu ini adalah pemilu yang jujur, adil, tidak ada kecurangan, betul-betul suara rakyat terwakili, yang bukan rakyat tidak bisa ikut memilih,” imbuhnya.

“Jadi poinnya adalah kami akan terus berjuang untuk memastikan bahwa pemilu ini sesuai dengan kehendak rakyat, sesuai dengan pilihan rakyat, itu yang kami tidak akan berhenti berjuang,” pungkas Indra.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.