Akurat

Apa Itu Silent Majority yang Disinggung Ridwan Kamil? Begini Penjelasannya

Iwan Gunawan | 15 Februari 2024, 19:40 WIB
Apa Itu Silent Majority yang Disinggung Ridwan Kamil? Begini Penjelasannya

 

AKURAT.CO Pasangan capres-cawapres, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming, unggul dalam hasil hitung cepat (quick count) Pilpres 2024.

Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo-Gibran Jawa Barat, Ridwan Kamil, menyinggung perihal silent majority di media sosial Instagram @ridwankamil pada Rabu (14/2/2024).

Dikutip dari berbagai sumber, Kamis (15/2/2024), silent majority pertama kali dikenalkan oleh Presiden Amerika Serikat, Richard Nixon, dalam pidatonya pada 3 November 1969.

Nixon memakai istilah silent majority untuk memberikan semangat kepada para pemilih agar ikut serta dalam pemilu dan menarik dukungan suara.

Istilah silent majority mengacu pada pemilih konservatif yang tidak berpartisipasi dalam wacana publik. Kelompok ini merupakan pemilih biasa yang hidupnya tidak terpengaruh oleh diskusi publik tentang politik. Meskipun mereka memiliki ketertarikan dengan politik, mereka memilih untuk diam saja dan tidak memberi tahu siapa yang didukung.

Ketika hasil quick count Pemilu 2024 keluar, banyak orang menggunakan istilah ini atas kemenangan sementara Prabowo-Gibran.

Baca Juga: Komeng Nyaleg DPD Jabar, Ridwan Kamil Beberkan Strategi Kampanye Sang Komedian yang Ternyata Begini

Lantas apa hubungan silent majority saat pemilu?

Silent majority diklaim sebagai penentu kemenangan dalam pemilu sebab jumlah mereka besar dan cenderung memilih secara realistis.

Kandidat yang sukses meraih suara dari silent majority memiliki peluang besar untuk menang karena menggambarkan suara mayoritas yang tidak didengar.

Ridwal Kamil menuliskan dalam unggahan reels Instagram terkait pelajaran yang dapat diambil dari silent majority. Mantan Gubernur Jabar yang akrab disapa Kang Emil itu memaparkan silent majority menjadi tiga bahasan.

1. Mereka yang menyimak namun jarang komen, mereka yang jarang ribut-ribut di medsos tiap akun ini posting #politik
2. Rame di medsos oleh noisy minority bukan ukuran realita yang sama di lapangan
3. Bulian/ejekan di medsos tidak pernah kami jawab, cukup kami jawab dengan kerja-kerja terukur di lapangan.

Baca Juga: Ridwan Kamil: IKN Ada untuk Bantu Masalah Jakarta

Postingan reels tersebut tentu meninggalkan cuitan dari netizen. Beberapa orang mengaku dirinya sebagai silent majority karena tidak mau terlibat dengan pertikaian.

"Saya termasuk silent majority pak. Alhamdulilah," tulis akun @misxxx.

"Mungkin saya & suami termasuk pada kelompok silent majority ini kang emil, setiap terpancing oleh komentar2 negatif pendukung paslon lain utk membalas, tp kemudian sy urungkan krn berpikir utk apa saling menyerang? biar Alloh swt saja yg tentukan," akun @nitxxx menjelaskan.

"Hari ini kita buktikan,Silence komen adalah kunci paling benar,tapi tetap kita tunggu hasilnya.kita tunggu realnya walau sudah ada laporan masuk di beberapa TPS di Indonesia 02 menang," tulis akun @ataxxx.

"Silent majority ????. ????. Nahan jari sama mulut disaat kampanye. Akhirnya berbuah manis. Alhamdulillah," akun @renxxx berkomentar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

I
Reporter
Iwan Gunawan
W
Editor
Wahyu SK