Akurat

Waspada 'Serangan Fajar' di Masa Tenang Pemilu 2024

Dwana Muhfaqdilla | 12 Februari 2024, 19:38 WIB
Waspada 'Serangan Fajar' di Masa Tenang Pemilu 2024

AKURAT.CO Masa tenang Pemilu 2024 mengharuskan para peserta pemilu untuk tidak melakukan kegiatan kampanye dalam bentuk apapun.

Meski begitu, pengamat politik Ujang Komarudin tetap melihat adanya potensi 'serangan fajar' pada masa tenang Pemilu 2024.

Baca Juga: Peserta Pemilu 2024 Diminta Lebih Santai dan Introspeksi Diri Selama Masa Tenang

"Tapi memang kalau saya baca di belakang layar, di belakang panggung apalagi pergerakan bawah tanah, mungkin saja terjadi (serangan fajar)," katanya kepada Akurat.co, Senin (12/2/2024).

Apalagi misalkan terdapat temuan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) bahwa penukaran uang pecahan, Rp20.000-Rp50.000 meningkat drastis.

"Itu kan harus diwaspadai, artinya ada potensi-potensi untuk ada 'serangan fajar' nanti (di masa tenang dan) hari H," jelasnya.

Biasanya di belakang layar, para kontestan mempersiapkan amplop (money politic) untuk serangan fajar. "Potensinya seperti itu di hari tenang, ancang-ancang atau aba-aba untuk menggempur melalui serangan fajar di hari H," jelasnya.

Baca Juga: Habiskan Masa Tenang, Mahfud Pergi Umroh

Namun, dia tetap berharap pemilu kali ini berjalan aman, damai, dan tertib. Penuh kejujuran, penuh keadilan, penuh keterbukaan demi Indonesia yang lebih baik.

Diketahui masa tenang pada Pemilu 2024 berlangsung 3 hari sampai besok, Selasa (13/2/2024).

Setelah itu, masa pemilu memasuki masa pemungutan dan penghitungan suara yang akan berlangsung selama dua hari yakni Rabu (14/2/2024) dan Kamis (15/2/2024).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.