Program Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran Dipoyeksi Berkontribusi 1% terhadap PDB
Sri Agustina | 11 Februari 2024, 09:48 WIB

AKURAT.CO Program makan siang gratis Prabowo-Gibran menjadi program strategis, berdimensi luas, dan berdampak jangka panjang.
Selain memberi kecukupan gizi bagi anak usia prasekolah (TK atau PAUD), SD, SMP, SMA dan SMK, serta sekolah agama yang sederajat, program ini bisa memberi kontribusi hingga 1% terhadap produk domestik bruto Indonesia.
"Dengan demikian, setiap rumah tangga dapat mengalokasikan uang yang sebelumnya dikeluarkan untuk makan siang untuk keperluan lainnya," papar Dadi Krismatono selaku Ketua Umum Aksi Sahabat Gibran (AksiBaGi).
Dalam simulasi tersebut, AksiBaGi bekerja sama dengan pengusaha katering yang tergabung dalam Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) untuk menghitung biaya penyediaan makanan bergizi sesuai dengan Pedoman Gizi Seimbang dari Kementerian Kesehatan.
“Bersama chef dan pelaku usaha boga, kami sudah menghitung bahwa dengan Rp15.000 sampai Rp18.000, kita sudah bisa menyediakan makanan bergizi sesuai Pedoman Gizi Seimbang dari Kementerian Kesehatan,” papar Dadi.
Jika satu kali makan membutuhkan Rp15.000, maka dalam 25 hari sekolah akan ada penghematan sebesar Rp375.000 per bulan.
Ketua Umum PPJI Iden Gobel menyatakan program sebesar ini, tidak mungkin dilakukan oleh swasta sendiri. Harus ada keterlibatan masyarakat yang sekaligus menjadi proses pemberdayaan ekonomi.
“Dari satu butir telur yang ada di makan siang anak kita nanti saja, kita bisa bayangkan pergerakan ekonomi mulai dari peternak, transportasi, pedagang besar, sampai ibu-ibu yang memasak. Semua lini bergerak, terutama lini-lini ekonomi rakyat dan UMKM. Belum pernah ada program seperti ini,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









