Akurat

Rakyat Kadung Tak Percaya Jokowi Netral

Roni Anggara | 8 Februari 2024, 17:04 WIB
Rakyat Kadung Tak Percaya Jokowi Netral



AKURAT.CO Pengakuan Presiden Jokowi, yang menyatakan netral pada Pemilu 2024, sudah terlambat. Rakyat kadung tak percaya Jokowi bakalan netral, mencermati dinamika yang terjadi di lapangan.

Peneliti BRIN, Adriana Elisabeth, menilai Pemilu 2024 dapat dipastikan diragukan legitimasinya, mencermati tingginya seruan dari kalangan akademisi yang mengeritisi etika Jokowi. Pengakuan Jokowi bakal bersikap netral, ketika kunjungan kerja ke Sumut, diyakini tak cukup menenangkan publik.

"Sangat terlambat pernyataan presiden dan masyarakat terlanjur tahu manuver politiknya, jelas tidak demokratis karena, dilandasi political greed yang lebih berbahaya dari financial greed," kata Adriana, di Jakarta, Kamis (8/2/2024).

Baca Juga: Jokowi Bukan Pemimpin Satunya Kata dengan Perbuatan

Presiden Jokowi ketika meresmikan sejumlah infrastruktur di Sumut, belum lama ini mengaku netral dan tidak kampanye. Jokowi juga meminta seluruh aparatur negara untuk netral dan memastikan Pemilu 2024 bisa berjalan dengan baik.

Menurut Adriana, keresahan publik melalui guliran sikap keprihatinan dari kampus, dan organisasi sipil, boleh jadi bakal meluas. Sikap protes yang muncul sekarang ini, ditambah adanya indikasi intimidasi kepada kalangan akademisi, bisa memantik gelombang people power.

Baca Juga: Jokowi Tak Niat Kampanye, TNI-Polri dan BIN Harus Netral

Dia menganggap situasi yang muncul sekarang ini, kalau tidak direspons dengan baik, bisa mengarah pada gerakan besar penyelamatan demokrasi. Protes yang muncul sekarang, belum cukup mampu memastikan adanya gelombang besar, sekalipun sudah bisa menjadi salah satu indikator pemicu.

"Protes tidak cukup dilakukan satu kali tapi harus menjadi gerakan people power, yang dapat mengembalikan arah politik dan demokrasi menjadi lebih baik secara substansi, maupun dalam konteks pemilu yang adil, jujur dan bermartabat," tuturnya.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.