Akurat

Akademisi Kritis Harus Didengar, Jangan Disetir

Roni Anggara | 7 Februari 2024, 16:22 WIB
Akademisi Kritis Harus Didengar, Jangan Disetir

AKURAT.CO Gelombang kritikan kampus kepada Presiden Jokowi harus didengar dan dilaksanakan. Bukan sebaliknya, disetir untuk menyampaikan pujian dan meninabobokan publik.

Capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo menyebut, kritikan para akademisi menunjukkan demokrasi Indonesia sudah berada pada jurang yang dalam. Kesadaran mereka untuk bersuara harus diapresiasi, bukan dicibir apalagi disetir.

“Para profesor mengatakan aku mau cari apalagi kalau soal ini? Maka, kalau ada yang diperintah untuk membuat tandingan statement untuk dukungan kepada pemerintah, menurut saya telat, dan membelokkan sebuah kejujuran dan fakta itu akan menyakitkan," kata Ganjar, di Karanganyar, Jateng, Rabut (7/1/2024).

Baca Juga: Sikapi Gelombang Petisi, Jokowi Santai Saja

Gelombang kritikan kampus kepada Jokowi diwarnai pengakuan sejumlah rektor yang dikontak untuk memberi video pernyataan, memuji kinerja Presiden Jokowi. Antara lain, mengenai keberhasilan pemerintah mengatasi pagebluk Covid-19.

Ganjar mengingatkan kalau kampus bersuara, maka nurani mereka sudah terganggu. Jangan direspons dengan intervensi untuk mengingkari semangat moral kampus.

"Kampus itu punya kebebasan mimbar akademik. Maka, kalau mereka menyuarakan, maka nuraninya yang ada," kata Ganjar.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.