Akurat

Ganjar Komitmen Kembalikan Anggaran Kesehatan yang Sempat Terpotong

Paskalis Rubedanto | 4 Februari 2024, 20:43 WIB
Ganjar Komitmen Kembalikan Anggaran Kesehatan yang Sempat Terpotong

AKURAT.CO Berdebat dengan tema kesehatan, capres Ganjar Pranowo berkomitmen untuk mengembalikan anggaran kesehatan yang sempat terpotong.

Mulanya, Ganjar dalam pembukaan visi misi, ingin mewujudkan pola hidup sehat dalam masyarakat serta memberikan fasilitas kesehatan yang memadai.

Untuk mewujudkan itu, Ganjar berkomitmen akan mengembalikan seperti semula anggaran kesehatan yang dipotong, sebanyak 5-10 persen anggaran akan dinaikkan. 

"Hanya memang ketika undang-undang sebelumnya mengatur bahwa ada presentasi anggaran kesehatan, terpotong kemarin. Rasanya ini mesti dikembalikan," ujarnya dalam debat Pilpres 2024 di JCC, Senayan, Minggu (4/2/2024).

"Angka 5 sampai 10 persen menjadi angka yang bisa memastikan dalam pelayanan politik kesehatan kita layanan itu akan bisa lebih baik," tambah Ganjar.

Baca Juga: Hari Pertama Turun Gunung, Ahok Salam Metal Tiga Jari Kampanye Akbar Ganjar-Mahfud

Ganjar melanjutkan, untuk meningkatkan angka harapan hidup, maka pelayanan kesehatan harus ditingkatkan serta hiburan seperti dari budayawan juga harus dilestarikan.

"Namun ingat, kita bicara angka harapan hidup, mereka mesti mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik, mereka mesti mendapatkan hiburan yang baik, budayawan juga bisa membantu mereka untuk bisa membahagiakan mereka," jelasnya.

Ganjar juga berkomitmen untuk mengawasi kebijakan yang akan dibangun tersebut, agar ada jumlah persentase untuk memenuhi kebijakan tersebut.

"Tentu saja pemerintah akan mendampingi kebijakan yang ada, sehingga dalam politik anggaran ada persentase untuk disiapkan agar memenuhi," katanya.

"Tentu, ini kita bisa lakukan secara bertahap dan itulah program yang cukup komprehensif yang bisa menyelesaikan mana harapan hidup lebih panjang," tandas Ganjar.

Baca Juga: Antusiasme Pelatihan Sabun Cair di Semarang, Masyarakat: Bersama Ganjar-Mahfud Majukan Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.