AKURAT.CO Mahfud MD sudah merasa plong. Selain memimpin apel terakhir di Kantor Menko Polhukam, Presiden Jokowi juga telah menerbitkan keppres pemberhentian sebagai Menko Polhukam.
Mahfud mengaku lega karena tak lagi berada dalam kegamangan sejak resmi dicalonkan dan menyandang status cawapres nomor urut 3. Mahfud membagikan perasaannya melalui cuitan akun X @nohmahfudmd, Jumat (2/2/2024) siang.
"Hr ini sy merasa plong, datang ke kantor Polhukam utk pamitan," tulis Mahfud.
Baca Juga: Prabowo Nyapres, Jokowi Pilih Tito Gantikan Mahfud
Cuitan Mahfud sudah dilihat sebanyak 986 ribu netizen, di-repost hingga 5.200 kali, disukai 35.000 dan dikutip lebih dari 1.000 netizen.
Mahfud mengaku merasa gamang sejak 3,5 bulan terakhir atau ketika telah menyandang status cawapres. Setiap ngantor, Mahfud merasa khawatir tanpa sengaja memanfaatkan fasilitas negara untuk berkampanye.
"Sy khawatir pejabat dan pegawai Polhukam tdk netral dan melayani kepentingan politik sy krn sy jd paslon. Tolak tarik agar sy mundur atau bertahan sbg Menko Polhukam berlangsung 3,5 bln," tuturnya.
Baca Juga: Rangkap Menko Polhukam, Tito Diyakini Mampu Rampungkan Tugas Mahfud
Sekalipun begitu, Mahfud merasa bangga karena banyak pejabat dan pegawai Kemenko Polhukma bersikap netral. Kini Mahfud tak perlu lagi khawatir dan gamang, karena tak dilihat ambigu atau dituding melakukan penyalahgunaan wewenang (abuse of power), ketika kampanye.
"Sy benar-benar plong di Jumat yg penuh barokah ini," tutupnya.
Mahfud resmi diberhentikan oleh Presiden Jokowi melalui Keppres No 20/P Tahun 2024. Jokowi mengangkat Mendagri Tito Karnavian sebagai Plt Menko Polhukam, terhitung sejak hari ini.
Baca Juga: Keppres Pemberhentian Mahfud Sudah Terbit, Tito Jadi Plt Menko Polhukam
Pagi tadi memimpin apel di Kantor Kemenko Polhukam untuk terakhir kali. Dia mengakui sulit menghindari konflik kepentingan sebagai kontestan pilpres yang juga berstatus pejabat publik.
"Terkadang terasa ada konflik kepentingan ketika saya berkunjung ke daerah sebagai menko tidak sebagai cawapres, terkadang ada saja orang berteriak bapak cawapres. Jadi menjadi tidak enak sehingga saya ya harus berhenti berjalan-jalan atau berkunjung ke mana-mana sebagai Menko Polhukam," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat








