Akurat

Perludem: 2024 Bukan Pemilu Basa Basi

Paskalis Rubedanto | 29 Januari 2024, 00:31 WIB
Perludem: 2024 Bukan Pemilu Basa Basi

AKURAT.CO Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) berharap pemilu 2024 bukan sekadar pemilu basa basi untuk memilih calon pemimpin.

Hal itu disampaikan oleh Dewan Pembina Perludem, Titi Anggraini, dalam diskusi bertajuk “Cawe-cawe Presiden dan Senjakala Demokrasi: Outlook LP3ES 2024,” yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting, Minggu (28/1/2024).

Baca Juga: Perludem: Bawaslu Harus Awasi PKPU Syarat Eks Napi Korupsi Maju Pileg

Menurut Titi, sistem pemilu modern seharusnya berjalan bukan sebagai praktik reguler untuk melancarkan kekuasaan bagi para elite politik.

“Demokrasi modern menempatkan pemilu bukan sekadar praktik reguler untuk sirkulasi elite politik. Pemilu harus terselenggara berkala secara bebas dan adil sesuai asas dan prinsip pemilu demokratis, yakni periodic and genuine elections,” ujar Titi dalam paparannya.

Senapas dengan itu, kata Titi, sesuai dengan Pasal 22E ayat (1) dan (5) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia (UUD NRI) Tahun 1945 mengatur bahwa pemilu dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil setiap lima tahun oleh suatu Komisi Pemilihan Umum yang bersifat nasional, tetap, dan mandiri.

Lebih lanjut, dia juga berharap pemilu 2024 bisa berjalan dengan konsep bersandar pada rakyat. Artinya, segala kekacauan yang terjadi dalam proses pemilu sejauh ini membuat masyarakat semakin sadar untuk menjaga pemilu 2024 bisa berjalan dengan baik.

“Politisasi pengadilan dan lembaga-lembaga negara, produk reformasi, dugaan kecurangan yang terbiarkan, dan carut marut penyelenggaraan pemilu, melahirkan kesadaran kewargaan yang autentik untuk menjaga dan memertahankan kemurnian suara pemilih melalui gerakan pengawalan pemilu 2024,” beber Titi.

Baca Juga: Lirik dan Chord Lagu Jingle Pemilu 2024 'Memilih untuk Indonesia' Ciptaan Kikan Cokelat, Lengkap Beserta Link Download

Adapun kesadaran masyarakat tersebut terbukti dengan banyaknya aplikasi ataupun situs, yang bisa digunakan untuk memantau jalannya pemilu.

“Inisiatif jagapemilu.com, aplikasi jagasuara2024, gerakan dan aplikasi jagasuaramu.id, Komunitas Pemilu Bersih, Platform Peta Kecurangan Pemilu, serta berbagai koalisi masyarakat sipil peduli pemilu lainnya jadi benteng pertahanan rakyat untuk tidak jatuh ke jurang autokrasi elektoral, ketika pemilu terselenggara, tapi sekadar basa basi untuk melanggengkan kekuasaan,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.