Sudah Menduga Maruarar Sirait Tinggalkan PDIP, Ganjar: Itu Hak Ara

AKURAT.CO Calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo, menghormati keputusan Maruarar Sirait yang secara resmi mengundurkan diri dari PDI Perjuangan.
Ganjar tidak terlalu memermasalahkan pengunduran diri ini, karena sudah biasa di dunia politik.
“Saya kira itu haknya Ara untuk berpindah atau meninggalkan. Mungkin beliau punya agenda lain. Saya orang yang dekat dengan Ara,” ujar Ganjar saat ditemui di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa (16/1/2024).
Baca Juga: Hentikan Pidato di Tengah Upacara Sang Ayah, Maruar Sirait: Kita Hormati Azan
Gubernur Jawa Tengah tahun 2013-2023 itu, mengaku sudah menduga Ara akan mundur dari PDI Perjuangan.
Ganjar menyebut, kedekatan hubungan Maruarar yang akrab disapa Ara dengan Presiden Jokowi, mungkin menjadi salah satu alasan di balik keputusannya itu.
Ganjar juga menyinggung bahwa anaknya Ara sudah bergabung dengan paslon 2, saat debat ketiga capres beberapa waktu lalu.
“Oh, kalau Ara memang dekat dengan Pak Jokowi. Saya menduga mungkin mereka akan mendukung Pak Jokowi karena waktu debat kemarin anaknya sudah ikut pakai baju paslon lain dan sudah berada di kelompok sebelah. Buat saya, tidak apa apa. Ini politik biasa saja,” pungkasnya.
Adapun sebelumnya, Mararuar Sirait mengaku pilih untuk mengikuti langkah politik Jokowi dan pamit undur diri dari partai berlogo banteng moncong putih, dirinya pun telah menyerahkan Kartu Tanda Anggota (KTA) kepada DPP PDIP.
Baca Juga: Maruarar Sirait Mundur, Utut: Makin ke Sini, Tikungannya Tajam
Ara mengaku mundur dari PDIP karena ingin mengikuti langkah politik Jokowi, yang diketahui kini telah berada di jalan yang berbeda terutama soal arah dukungan di Pilpres 2024.
Dalam kesempatan berbeda, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, dan Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat, menganggap kemunduran Maruarar sebagai konsolidasi dan kristalisasi kader partai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








