AKURAT.CO Wacana impeachment (pemakzulan) Presiden Jokowi tak perlu berlebihan, apalagi sampai panik. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menilai, pemakzulan yang disuarakan sejumlah tokoh merupakan reaksi atas kondisi terkini, khususnya berkaitan dengan netralitas Kepala Negara.
Menurut Hasto, isu pemakzulan merupakan alarm untuk Presiden Jokowi agar bekerja sesuai dengan konstitusi. Kalau Jokowi tegak lurus dengan konstitusi dan melaksanakan sumpah jabatan secara sungguh-sungguh, wacana ini tidak akan muncul
“Sebenarnya setiap pemimpin kalau memegang teguh konstitusi, apa lagi sumpah presiden, itu kan akan menjalankan konstitusi dan UU dengan selurus-lurusnya, hal tersebut tidak akan terjadi tanpa pelanggaran konstitusi,” ucap Hasto, di Jakarta, Minggu (14/1/2024).
Baca Juga: Respons Isu Pemakzulan Jokowi, Zulhas: PAN Pasang Badan
Hasto meminta isu pemakzulan dijadikan otokritik bagi pemerintahan Jokowi, yang periode keduanya bakal berakhir pada Oktober 2024. Kalau Jokowi mampu menjamin netralitas, maka isu ini tidak akan melebar atau meredup sendirinya.
“Maka berbagai wacana pemakzulan itu seharusnya menjadi otokritik, termasuk bagi presiden, agar di akhir masa jabatannya beliau dapat menjalankan tugasnya, agar pemilu berjalan dengan demokratis dengan baik, agar rakyat bisa menyampaikan hak politiknya dengan bebas tanpa intimidasi,” tuturnya.
Dirinya juga menganggap wajar kegelisahan banyak tokoh yang menggulirkan isu pemakzulan. Pasalnya, netralitas Jokowi dipertanyakan mengingat sang putra sulung, Gibran Rakabuming, ikut berkontestasi.
Baca Juga: Yusril Tegaskan Gerakan Petisi 100 Pemakzulan Presiden Jokowi Adalah Inkonstitusional
Hasto mengingatkan pula isu pemakzulan tak perlu disikapi berlebihan karena pada pelaksanaannya tak mudah.
“Inilah yang kemudian pergerakan civil society, karena seringkali majunya Mas Gibran dengan melakukan manipulasi konstitusi di tingkat implementasi di lapangan menjadi sulit dibedakan, kapan Pak Jokowi sebagai presiden kapan sebagai ayah Mas Gibran,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 5Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat








