OSO Anggap Aparat TNI-Polri Tak Netral Pengkhianat

AKURAT.CO Ketum Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) menyebut aparat TNI-Polri yang tak netral pada Pemilu 2024, merupakan pengkhianat. OSO meminta seluruh pihak termasuk aparat negara bersikap netral dan tidak main kayu.
OSO meminta agar aksi-aksi intimidasi dihentikan sekarang juga. Malahan OSO mengaku siap mendata anggota-anggota TNI-Polri yang terindikasi tidak netral.
“TNI-Polri itu wajib karena dia berasal dari rakyat, untuk rakyat, jadi kalau dia berpihak maka dia adalah pengkhianat. Jadi kalau dia berpihak kepada rakyat dia menjadi kebanggaan rakyat, dan rakyat semua akan bangga kepada TNI-Polri,” kata OSO, selepas rapat konsolidasi bersama TPN Ganjar-Mahfud, di Gedung High End MNC, Jakarta, Rabu (3/1/2024) malam.
Baca Juga: OSO Sang Raja Rimba Sambangi Markas Banteng
OSO meminta pelaksanaan Pemilu 2024 harus dilakukan sesuai prinsip jujur dan adil (jurdil). Artinya, tak boleh ada intimidasi-intimidasi.
“Benar-benar tidak boleh ada pengkhianatan kepada bangsa ini, bukan hanya TNI-Polri, siapapun juga yang melaksanakan pemilu ini adil, jujur, ya, dan tidak ada intimidasi-intimidasi lagi mulai detik ini,” kata eks Ketua DPD RI.
“Nanti kami akan data, ke semua pihak termasuk Polri, TNI, dan tokoh-tokoh yang mempunyai kepentingan terhadap kemakmuran bangsa ini,” lanjutnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6Saran Meningkatkan Kualitas dan Pemanfaatan Buku Teks dalam Pembelajaran
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon








