Akurat Logo

Hasto Sebut Pemilih Bimbang Tinggi karena Intimidasi

Paskalis Rubedanto | 12 Desember 2023, 19:00 WIB
Hasto Sebut Pemilih Bimbang Tinggi karena Intimidasi

AKURAT.CO Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto menilai tingginya angka pemilih bimbang (undecided voters/swing voters) karena intimidasi. Dia merasa dukungan rakyat terhadap keterpilihan capres tinggi, namun harus tertahan karena tekanan.

Hasto tidak membeberkan bentuk intimidasi yang dimaksud. Dia meyakini kelompok pemilih bimbang ini nantinya menjadi penentu keterpilihan kandidat.

“Sebenarnya kalau kita lihat dukungan rakyat sangat kuat, hanya memang kita akui banyak intimidasi, sehingga menyebabkan undicided bahkan unspoken voter itu juga cukup banyak,” ujar Hasto, kepada wartawan, di Kantor KPU, Jakarta, Selasa (12/12/2023).

Baca Juga: PDIP Minta Kader Lawan Intimidasi

Hasto menganggap, bentuk intimidasi tersebut bisa dibaca dari tingkat keterpilihan atau elektabilitas paslon capres-cawapres nomor urut 2, Prabowo-Gibran, yang tidak optimal. Kalau tidak ada intimidasi, bisa jadi elektabilitas Prabowo-Gibran sudah tembus 50 persen.

“Tetapi kalau kita lihat rata-rata misalnya, dengan berbagai upaya yang telah dilakukan itu pasangan Pak Prabowo kan hanya 38 persen, padahal seharusnya bisa jauh lebih banyak, karena itu rakyat memberikan catatan terkait dengan berbagai bentuk intimadasi,” selorohnya.

Baca Juga: Debat Capres Jadi Penentu Suara Pemilih Bimbang

Kelompok pemilih bimbang, kata Hasto, sekarang ini seolah menjadi silent majority, yang sikap mereka nantinya bisa mengubah permainan.

“Kemudian rakyat sudah cerdas, sehingga undecided dan unspoken voters ini lah yang akan menjadi penentu di dalam pemilu ke depan. Baik terkait dengan parpol, maupun terhadap capres-cawapres,“ ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.