Akurat

Debat Capres Bukan Forum Tebar Pesona

Paskalis Rubedanto | 12 Desember 2023, 14:48 WIB
Debat Capres Bukan Forum Tebar Pesona

AKURAT.CO Debat capres-cawapres yang digelar di Kantor KPU, Jakarta, Selasa (12/12/2023) malam, bukan sekadar menjadi ajang untuk tebar pesona. Beda dari kampanye blusukan ke rakyat, debat menjadi salah satu forum untuk menarik khalayak melalui gagasan dan visi-misi ke depan.

Pengamat politik dari BRIN, Wasisto Raharjo Jati menyebut, forum debat menjadi salah satu indikator yang dijadikan masyarakat menengah ke atas dalam menentukan pilihan. Maka pasangan capres-cawapres dan tim sukses masing-masing harus mampu menampilkan jurus pamungkas untuk meyakinkan pemilih.

"Debat ini ada potensi untuk mempengaruhi preferensi memilih," kata Wasisto, kepada Akurat.co, di Jakarta, Selasa (12/12/2023).

Baca Juga: Ribuan Personel Polri Diterjunkan Amankan Debat Capres, Bundaran HI hingga Taman Suropati Steril

Debat perdana yang digelar mengangkat tema yang cukup seksi yakni menyangkut persoalan hukum, HAM, pemerintahan, pemberantasan korupsi, dan penguatan demokrasi. Bagi kalangan menengah, solusi masing-masing kandidat mempersoalkan isu-isu yang diangkat menjadi tema debat, bisa memengaruhi tingkat keterpilihan.

“Saya pikir pendekatan solusi berbasis masalah perlu dikedepankan oleh tiap paslon,” katanya.

Baca Juga: Soal Debat Capres, Prabowo: Kumaha Engke

Menurut Wasis, ajang debat tidak bisa dianggap remeh, dan bisa jadi penting mengingat berdasarkan sejumlah survei, masih terdapat pemilih yang belum menentukan sikap untuk memilih. Ajang debat, diikuti dengan langkah kampanye, bisa memancing pemilih untuk tak ragu menentukan pilihan, melalui program-program yang disampaikan.

“Tiap paslon perlu meyakinkan betul, bahwa program dan janji politik dari tiap paslon ini mengena, dan selaras dengan kebutuhan pemilih bimbang (swing voters) ini,” ujar Wasis.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.