Akurat

Relasi Megawati-Penguasa Sudah Lo Jual Gue Beli, Disentil Balik Gerindra

Roni Anggara | 28 November 2023, 14:37 WIB
Relasi Megawati-Penguasa Sudah Lo Jual Gue Beli, Disentil Balik Gerindra


AKURAT.CO Pernyataan Ketum PDIP Megawati dalam acara Rakornas Relawan Ganjar-Mahfud, di JiExpo Kemayoran, Senin (27/11/2023), sudah memposisikan siap meladeni penguasa. Waketum Gerindra Habiburokhman menyentil balik Mega yang meminta relawan untuk tidak takut menghadapi tekanan, dengan kata lain "lo jual gue beli".

Habib mengaku menghormati Mega dan menilai pernyataan yang disampaikan Presiden ke-5 RI kepada relawan merupakan pesan untuk kita semua. Namun Habib mengingatkan pula adanya kejanggalan yang menjadi pertanyaan publik seperti munculnya pakta integritas Pj Bupati Sorong.

"Belakangan ini banyak warga mempertanyakan soal pakta integritas Pj Bupati Sorong, dugaan ketidaknetralan Pj Bupati Cilacap dengan program Kancing merah, dugaan ketidaknetralan Bupati Majalengka dan banyak lagi," kata Habib, dalam keterangan tertulis, yang diterima di Jakarta, Selasa (28/11/2023).

Baca Juga: Megawati Jengkel, Singgung Penguasa Berwatak Orde Baru

Dalam Rakernas Relawan Ganjar-Mahfud, Mega meminta relawan militan meyakinkan rakyat untuk menggunakan hak pilih. Ketika melakukan sosialisasi, relawan juga diminta tidak takut menghadapi tekanan.

Mega berpidato dengan cara duduk, kadang berbicara keras atau meledak-ledak, diselingi pula dengan guyon. Namun dirinya banyak menyinggung ketidaknetralan aparat dan mengingatkan mereka yang menyandang status abdi negara juga bagian dari rakyat, maka tak perlu menekan rakyat.

Baca Juga: Setelah Putusan MK: Mega Bicara Loyalitas, Puan Singgung Pengorbanan

Habib menilai apa yang disampaikan Mega dalam acara relawan merupakan pesan, agar siapapun yang memegang kekuasaan jangan bertindak sewenang-wenang seperti masa orde baru. Nasehat Mega penting namun bisa ditangkap lain oleh publik lantaran adanya situasi yang berbeda.

Wakil Ketua TKN Prabowo-Gibran melanjutkan, kekuasaan merupakan amanah rakyat yang harus diraih dengan cara-cara terhormat. Tidak melenceng dari semangat demokrasi.

Baca Juga: Pilgub Dihapus Bisa Kembali Ke Era Orde Baru 

Habib malah mengingatkan jangan sampai karena takut kehilangan kekuasaan terjadi pelanggaran terhadap hukum dan demokrasi. Hal ini bisa disimpulkan publik menyikapi kasus pakta integritas Pj Bupati Sorong itu.

"Kekuasaan politik adalah amanah dari rakyat yang harus diraih dengan cara cara yang terhormat. Jangan karena takut kehilangan kekuasaan atau takut tidak berkuasa lagi kita melakukan hal hal yang melanggar prinsip-prinsip demokrasi," tuturnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.