Hoaks Reshuffle Ke-7 Jokowi, Perkeruh Hubungan Dengan PDIP

AKURAT.CO Beredarnya foto daftar reshuffle ke-7 Kabinet Indonesia Maju yang dipimpin Presiden Jokowi, bisa jadi dimunculkan untuk memperkeruh hubungan Kepala Negara dengan PDIP. Terlebih, dalam daftar tersebut, empat menteri dari PDIP turut menjadi sasaran reshuffle.
Pengamat politik, Ujang Komarudin menilai tidak mungkin foto yang disebut Istana sebagai hoaks muncul tiba-tiba. Lebih mengherankan lagi, pihak Istana tidak mengambil langkah hukum karena Kemensesneg dan Mensesneg Pratikno jadi korban penipuan.
“Kelihatannya surat hoaks itu dimunculkan bisa jadi untuk memecah belah, mengadu domba hubungan antara Jokowi dan PDIP, yang sudah berpisah, yang sudah bercerai, yang sudah beda jalan,” kata Ujang, di Jakarta, Kamis (23/11/2023).
Baca Juga: Pratikno: Tak Ada Rencana Reshuffle, Foto Yang Beredar Hoaks
Dalam foto tersebut, empat menteri dari PDIP yakni Seskab Pramono Anung, Menkumham Yasonna Laoly, Mensos Tri Rismaharini, dan Menpan RB Azwar Anas diganti. Bahkan Kepala BIN Budi Gunawan juga diganti.
Terdapat pula nama politisi lain yang turut menjadi sasaran reshuffle. Misalnya, Menpora Dito Ariotedjo dan Menteri Desa Abdul Halim Iskandar. Bahkan Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia juga bakal digusur.
Foto yang beredar berisikan 13 nama anggota kabinet yang telah diusulkan dan telah disetujui Jokowi untuk di-reshuffle. Surat tersebut begitu meyakinkan lantaran dilengkapi logo Kemensesneg dan tanda tangan Pratikno.
Baca Juga: Sikapi Isu Reshuffle Ke-7 Jokowi, PPP: Yang Tahu Hanya Presiden
Menurut Ujang, boleh jadi surat tersebut dimunculkan hanya untuk memperparah relasi Jokowi dengan PDIP, partai yang membesarkannya. Gaya politik adu domba seperti ini, sudah umum terjadi di tengah maraknya hoaks.
“Saya melihat indikasinya kesana, namanya juga politik ada pecah-belah, adu domba, ditambah hubungan Jokowi dan Megawati sedang tidak baik-baik saja, maka mungkin ada pihak yang mengadu domba dan mempertajam agar lebih keras lagi permusuhannya,” tuturnya.
Mensesneg Pratikno telah memberi penegasan foto tersebut merupakan hoaks. Stafsus Presiden Jokowi, Ari Dwipayana juga menyatakan demikian. Namun tidak ada langkah hukum dari Istana terkait hoaks ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








