Akurat

Jika Pilpres Batal, Apa Yang Akan Terjadi?

Deni Muhtarudin | 22 November 2023, 20:46 WIB
Jika Pilpres Batal, Apa Yang Akan Terjadi?

AKURAT.CO Pemilihan Presiden (Pilpres) adalah momen krusial dalam kehidupan politik sebuah negara yang menganut sistem demokrasi. Penyelenggaraan ini juga melibatkan seluruh lapisan masyarakat untuk memilih siapa sosok yang berhak menjadi pemimpin.

Meski sangat krusial, namun penyelenggaraan pilpres ternyata masih dibayang-bayangi oleh skenario pembatalan dalam pelaksanaannya. Jika pilpres batal dilaksanakan, maka tak menutup kemungkinan akan menciptakan kondisi yang penuh ketidakpastian dan konsekuensi yang serius terhadap stabilitas politik dan legitimasi pemerintahan. 

Baca Juga: Hasil Pilpres 2024 Jadi Bahan Judi Online, Menkominfo Tak Bisa Deteksi

Lalu apa saja dampak yang bisa disebabkan dari batalnya penyelenggaraan pilpres? Simak ulasannya berikut.

1. Krisis kepercayaan publik

Pembatalan pilpres akan membuat masyarakat merasa bahwa hak suara dan partisipasi politik mereka diabaikan. Hal ini dapat merugikan integritas sistem demokrasi secara keseluruhan.

Pakar Hukum Tata Negara, Yusril Ihza mahendra, mengatakan bahwa penundaan pilpres akan berdampak pada kevakuman aturan dan krisis kepercayaan yang meluas.

“Karena ini berpotensi menimbulkan konflik politik yang meluas ke mana-mana. Amandemen UUD 45 menyisakan persoalan besar bagi bangsa kita,” kata Yusril.

2. Menghilangkan legitimasi pemerintahan

Batalnya penyelenggaraan pilpres dapat merongrong legitimasi pemerintahan yang ada. Pasalnya, penundaan pilpres menunjukkan bahwa pemerintah yang berkuasa telah mengkhianati konstitusi yang ada. 

Konstitusi yang secara sengaja dilanggar oleh pemerintah itu dapat menyebabkan terjadinya krisis akal budi pemegang birokrasi negeri. Pada akhirnya, itu hanya akan menimbulkan ketidakstabilan politik dan sosial.

3. Membahayakan sistem ketatanegaraan

Pembatalan pilpres dapat membahayakan sistem ketatanegaraan, terlebih jika tidak terdapat mekanisme yang jelas untuk menangani situasi tersebut. Penundaan itu juga akan berdampak pada perpanjangan masa jabatan presiden, yang nantinya hanya akan membuat bangsa Indonesia kembali pada keadaan di tahun 1945-1960-an yang mana lembaga eksekutif menjadi pusat kekuasaan.

4. Ketidakstabilan ekonomi

Ketidakpastian politik yang diakibatkan dari pembatalan pilpres juga dapat merugikan stabilitas ekonomi. Hal itu dikarenakan investor biasanya enggan menanamkan modal di negara yang suasana politiknya tidak pasti.

Baca Juga: Keseruan Aldi Taher Saat Undian Nomor Urut Pilpres 2024: Jangan Gentar Kita Punya Ganjar, Jangan Takut Kita Punya Mahfud

5. Dilema di berbagai lembaga pemerintah

Penundaan pemilu tentu akan menimbulkan dilema pada lembaga-lembaga di pemerintahan. Pasalnya, kekuasaan pada lembaga pemerintah yang dipilih melalui pemilu tentu masa jabatannya juga akan berakhir seiring dengan tibanya waktu pemilu lagi.

6. Kebobrokan partai politik

Menurut Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, penundaan pilpres akan membuat sebagian besar partai politik mendukung putusan tersebut. Hal ini dikarenakan partai politik pada akhirnya akan mendapat keuntungan jika penundaan itu benar dilaksanakan.

“Di tengah kemewahan ini, di tengah pragmatisme partai, tentu sangat mungkin wacana untuk penundaan pemilu akan diikuti parpol lain,” kata Adi (25/2/2022).

Menurutnya, pada akhirnya wacana penundaan pilpres hanya akan ditolak oleh partai-partai yang masih memiliki akhlak dan etika dalam berpolitik.

“Hanya iman politik yang akan menjadi benteng terakhir,” tambahnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.