Beta Gibran ke Ganjar: Kok Bisa Capres Menghina Cawapresnya Sendiri?

AKURAT.CO - Relawan Beta Gibran merasa heran dengan pernyataan capres Ganjar Pranowo yang memberikan nilai 5 terkait penegakan hukum era Presiden Jokowi. Sebab, cawapres pendamping Ganjar adalah Mahfud MD yang saat ini menjabat Menko Polhukam.
"Heran, kok bisa-bisanya capres malah menghina kinerja cawapresnya sendiri," kata Sekjen Beta Gibran, Wella Megarani, melalui pesan elektronik kepada Akurat.co, Selasa (21/11/2023).
Wella menilai pernyataan Ganjar tersebut justru menjadi bukti tidak solidnya Ganjar dengan Mahfud.
"Capresnya main kemana, cawapresnya main kemana, ya begitu jadinya. Malah saling baku hina tanpa sadar," sindir Wella.
Baca Juga: Ganjar Tidak Objektif, Beri Skor 5 Penegakan Hukum Era Jokowi Gegara Kecewa Soal Dukungan Pilpres
Penilaian Ganjar terkait penegakan hukum di era pemerintahan Jokowi memang memancing reaksi banyak pihak yang malah mempertanyakan balik terhadap kinerja Mahfud MD sebagai Menkopolhukam, yang merupakan pihak yang paling bertanggung jawab atas penegakan hukum saat ini.
"Pernyataan (Ganjar) menurut saya merupakan senjata makan tuan. Sekarang mereka sibuk sana-sini lempar statement untuk meng-counter statemen blunder tersebut," terang Wella.
Menurut Wella, statemen Ganjar sama saja menunjuk hidung kubu mereka sendiri. Ganjar lupa Menkopolhukam saat ini merupakan cawapresnya. Belum lagi Menteri Hukum dan HAM saat ini berasal dari PDIP yang merupakan partai pengusung utama Ganjar di Pilpres 2024.
Baca Juga: Ganjar Beri Skor Buruk Penegakan Hukum, Puan Tak Mau Berpolemik
Sebelumnya, Ganjar menilai penegakan hukum hingga HAM era Presiden Jokowi dengan rapor merah. Ganjar memberi nilai 5 dari skala 10 usai putusan Mahkamah Konstitusi terkait batas usia capres-cawapres.
Hal itu disampaikan Ganjar dalam Sarasehan Nasional Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Negeri Makassar (UNM), Sabtu (18/11/2023). Pernyataan disampaikan Ganjar menjawab pertanyaan Zainal Arifin Mochtar sebagai panelis.
Ganjar mendapat pertanyaan mengapa menurutnya penegakan hukum di Indonesia mengalami penurunan. Ganjar menjawab faktor yang membuatnya turun adalah adanya rekayasa dan intervensi. Ganjar pun mengungkit putusan MK.
"Kasus kemarin kan menelanjangi semuanya dan kita dipertontonkan soal itu, itu sebenarnya," ucap Ganjar.
Pada saat bersamaan Ganjar memastikan jika dirinya terpilih sebagai presiden akan berupaya membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum di Indonesia.
"Ketika kewenangan itu ada dan diberikan kepada seorang pemimpin yang kemudian bikin arusnya itu balik. Dukungan kedua adalah kolaborasi dengan kondisi sosiologi di masyarakat," ujar Ganjar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 6Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK







