Ganjar Tidak Objektif, Beri Skor 5 Penegakan Hukum Era Jokowi Gegara Kecewa Soal Dukungan Pilpres

AKURAT.CO - Partai Keadilan Sejahtera atau PKS menanggapi pernyataan calon presiden Ganjar Pranowo yang memberikan nilai 5 terkait penegakan hukum era Presiden Jokowi.
PKS menilai Ganjar menyampaikan pernyataan itu didasari rasa kecewa terkait sikap Jokowi yang dianggap banyak kalangan mendukung Prabowo Subianto yang maju Pilpres 2024 berpasangan dengan Gibran Rakabuming Raka.
"Jangan kemarin puji-puji sekarang maki-maki hanya karena tidak didukung," kata politisi PKS Jazuli Juwaini saat ditemui di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/11/2023).
Baca Juga: Ganjar Beri Skor Buruk Penegakan Hukum, Puan Tak Mau Berpolemik
Jazuli merasa heran dengan pernyataan yang dilontarkan Ganjar. Ketua Fraksi PKS DPR itu lantas membandingkan dengan kritik yang disampaikan PKS terhadap pemerintahan Jokowi.
"Kalau PKS sih, kalau pondasi kritik 5 tahun 10 tahun ini sudah oposisi. Jadi kritiknya itu bukan gara-gara kecewa. Kritiknya tuh objektif yang dilakukan," kata Jazuli.
Jazuli mengingatkan Ganjar maupun PDIP sebagai pengusung utamanya sebagai capres selama ini selalu memuji kinerja Presiden Jokowi. Ia menduga, penilaian Ganjar tak objektif melainkan hanya dilandasi rasa kecewa.
Jazuli mengatakan PKS memiliki dasar dalam menilai kinerja pemerintahan Jokowi terkhusus terkait demokrasi maupun penegakan hukum. Ia mengamini jika dalam bidang-bidang ini terjadi penurunan.
"Kalau PKS itu nggak gitu. Lima tahun kita lakukan, kita buat buku putih. Ada buku putihnya. Jadi sisi hukum, sisi demokrasi, itu kan mengalami penurunan," kata dia.
"Silakan cek di lembaga internasional. Kualitas demokrasi Indonesia mengalami penurunan, kualitas penegakan hukum juga mengalami penurunan," sambungnya memungkasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








