Akurat Logo

Ganjar Tidak Objektif, Beri Skor 5 Penegakan Hukum Era Jokowi Gegara Kecewa Soal Dukungan Pilpres

Atikah Umiyani | 21 November 2023, 21:07 WIB
Ganjar Tidak Objektif, Beri Skor 5 Penegakan Hukum Era Jokowi Gegara Kecewa Soal Dukungan Pilpres

AKURAT.CO - Partai Keadilan Sejahtera atau PKS menanggapi pernyataan calon presiden Ganjar Pranowo yang memberikan nilai 5 terkait penegakan hukum era Presiden Jokowi.

PKS menilai Ganjar menyampaikan pernyataan itu didasari rasa kecewa terkait sikap Jokowi yang dianggap banyak kalangan mendukung Prabowo Subianto yang maju Pilpres 2024 berpasangan dengan Gibran Rakabuming Raka.

"Jangan kemarin puji-puji sekarang maki-maki hanya karena tidak didukung," kata politisi PKS Jazuli Juwaini saat ditemui di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/11/2023).

Baca Juga: Ganjar Beri Skor Buruk Penegakan Hukum, Puan Tak Mau Berpolemik

Jazuli merasa heran dengan pernyataan yang dilontarkan Ganjar. Ketua Fraksi PKS DPR itu lantas membandingkan dengan kritik yang disampaikan PKS terhadap pemerintahan Jokowi.

"Kalau PKS sih, kalau pondasi kritik 5 tahun 10 tahun ini sudah oposisi. Jadi kritiknya itu bukan gara-gara kecewa. Kritiknya tuh objektif yang dilakukan," kata Jazuli.

Jazuli mengingatkan Ganjar maupun PDIP sebagai pengusung utamanya sebagai capres selama ini selalu memuji kinerja Presiden Jokowi. Ia menduga, penilaian Ganjar tak objektif melainkan hanya dilandasi rasa kecewa.

Jazuli mengatakan PKS memiliki dasar dalam menilai kinerja pemerintahan Jokowi terkhusus terkait demokrasi maupun penegakan hukum. Ia mengamini jika dalam bidang-bidang ini terjadi penurunan.

"Kalau PKS itu nggak gitu. Lima tahun kita lakukan, kita buat buku putih. Ada buku putihnya. Jadi sisi hukum, sisi demokrasi, itu kan mengalami penurunan," kata dia.

"Silakan cek di lembaga internasional. Kualitas demokrasi Indonesia mengalami penurunan, kualitas penegakan hukum juga mengalami penurunan," sambungnya memungkasi.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.