PDIP Cinta Pertama Gerindra, Pertemuan Mega-Prabowo Bukan Misi Mustahil

AKURAT.CO Pertemuan antara Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Ketum Gerindra Prabowo Subianto diyakini bukan misi yang mustahil. Sebab, kedua partai memiliki historis sendiri, bahkan PDIP menjadi cinta pertama Gerindra, dan Prabowo-Mega pernah berduet pada Pilpres 2009.
Waketum Gerindra Habiburokhman, meyakini hal itu. Relasi sang ketum terjalin baik dengan Mega, apalagi Prabowo masuk dalam pemerintahan Presiden Jokowi.
“Hubungan kami dengan PDIP sendiri bagus banget ya, diibaratkan PDIP itu cinta pertamanya Gerindra. Dari tahun 2009 tahun awal kami lahir, berlanjut tahun 2012, berjuang memenangkan Jokowi dan Ahok,” ujar Habib, kepada wartawan, di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta Selatan, Senin (25/9/2023).
Baca Juga: Kaesang Gabung PSI, Megawati Tidak Marah
Habib menolak hubungan Prabowo-Mega dianggap merenggang seiring tahapan menjelang Pemilu 2024. Dia merasa Gerindra-PDIP juga kompak.
“Kami masih kompak sampai saat ini, walaupun dalam berbagai kasus kita sering berbeda pilihan. Hambatan psikologisnya enggak ada, hanya soal teknis,” katanya.
Baca Juga: Berapapun Poros Pilpres, Amin Tetap Berlaga
Wakil Ketua Komisi III DPR menganggap hubungan antar-kader PDIP-Gerindra pada lapisan bawah juga baik. Misalnya, relasi Ketua DPP PDIP Puan Maharani dengan Ketua Harian DPP Gerindra Sufmi Dasco Ahmad.
Sekalipun begitu, Habib tidak bisa memprediksi kapan ketum kedua partai bisa bertemu. Adapun sekarang ini muncul wacana Pilpres 2024 bakal diikuti hanya dengan dua poros.
“Saya enggak tahu akan ada pertemuan atau tidak (Megawati dan Prabowo). Tapi di komunikasi layer kedua, Pak Dasco dan Ibu Puan, dengan Pak Said, kita melihat kan baik sekali, mesra sekali, itu akan bagus juga untuk menjaga iklim yang kondusif,” bebernya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








