Akurat

Pemilih PKB Tak Lirik Pasangan Amin

Paskalis Rubedanto | 14 September 2023, 18:56 WIB
Pemilih PKB Tak Lirik Pasangan Amin

AKURAT.CO Pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Amin) belum mampu meyakinkan pemilih PKB. Sekalipun Ketum PKB mendampingi Anies, massa pada akar rumput lebih memilih Prabowo Subianto.

Simulasi Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), berdasarkan hasil survei yang dilakukan pada 5-8 September 2023 menempatkan Amin sebagai kandidat capres-cawapres dengan elektabilitas buncit yakni 16,5 persen. Kalah dari Ganjar Pranowo-Ridwan Kamil (35,4 persen), dan Prabowo-Erick Thohir (31,7 persen).

"Saya melihat bahwa pasangan ini yang cukup surprising, dan diharapkan mungkin ada efek kejut, nampaknya tidak, tidak punya efek yang menaikkan secara siginifikan," kata Pendiri SMRC, Saiful Mujani, merilis hasil survei melalui Kanal Youtube, SMRC TV, dipantau di Jakarta, Kamis (14/9/2023).

Baca Juga: Akhirnya Pasangan Amin Bertemu Elite PKS

Menurut Saiful, duet Amin tak memiliki dampak sekalipun sudah dideklarasikan oleh Nasdem dan PKB. Adapun survei dilakukan selisih tiga hari setelah Amin dideklarasikan.

"Bagaimana reaksi pemilih sementara dua hari, tiga hari setelah deklarasi? Hasilnya seperti ini. Ekspetasi Amin kuat itu belum terlihat, mungkin butuh waktu," kata Saiful.

Baca Juga: Tanpa PKS, Pasangan Amin Rugi

Berdasarkan temuan SMRC, hanya 20 persen massa akar rumput PKB memilih pasangan Amin. Sebanyak 30 persen memilih pasangan Ganjar-Ridwan Kamil, sedangkan 38 persen lainnya memilih Prabowo-Erick Thohir.

Saiful menganggap, pasangan Amin memiliki tantangan serius untuk meyakinkan pemilih PKB. "Memang kecenderungannya pada Ganjar dan Prabowo, tidak ke Anies PKB ini. Nah, ini tantangan bagi PKB dan Amin, untuk menarik dan meyakinkan pemilih PKB sendiri," ungkapnya.

Rendahnya elektabilitas Amin juga dipengaruhi dari sikap Partai Demokrat yang menarik dukungan terhadap Anies. Pemilih Demokrat yang masih loyal kepada Anies hanya 22 persen, karena mayoritasnya ke Prabowo (39 persen) dan Ganjar (33 persen).

"Dari Demokrat kemarin cukup besar, walaupun belum solid tetapi tidak serendah ini, jadi perginya pemilih Demokrat dari Anies itu cukup cepat," kata Saiful.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.