Akurat

PPP Tak Mau Ngotot Minta Jatah Cawapres

Abror | 23 Agustus 2023, 15:53 WIB
PPP Tak Mau Ngotot Minta Jatah Cawapres

 


 

PPP tak mau ngotot meminta jatah cawapres pendamping Ganjar Pranowo. Dukungan terhadap Ganjar, bukan didasari kepentingan menempatkan kader menjadi pasangan capres dari PDIP.

Plt Ketum PPP Mardiono menegaskan, kerja sama partai politik pendukung Ganjar terbangun secara egaliter. Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri juga tidak ngotot memaksakan kandidat tertentu sebagai cawapres.

"Penentuan capres dan cawapres itu tidak didasari karena atas oh ini kader PPP, kita mau ngotot, tidak. Begitu juga Ibu Megawati Soekarnoputri, juga tidak ngotot, oh ini PDIP, itu tidak," kata Mardiono, di Jakarta, Rabu (23/8/2023).

Dirinya menegaskan, pembahasan cawapres dilakukan secara dinamis oleh partai-partai pendukung. Adapun PPP memiliki posisi tawar lebih karena memiliki kursi di parlemen, dibanding Hanura dan Perindo, yang turut mendukung Ganjar.

Mardiono mengatakan, pembicaraan cawapres dilakukan secara terus-menerus, secara formal maupun informal. Pembicaraan mengenai ini juga dilakukan ketika dirinya bertemu Megawati, dalam upacara kemerdekaan di Istana Merdeka.

"Sudah, apakah itu langsung atau tidak langsung, kemudian apakah tatap muka secara langsung dalam satu forum rapat, atau dalam satu forum yang tiba tiba misalnya kemarin ada jumpa di istana, upacara 17 Agustus," bebernya.

Sekalipun tidak ngotot, Mardiono menyebutkan, PPP berikhtiar mendorong Sandiaga Uno menjadi cawapres. Menparekraf dianggap memiliki rekam jejak yang baik, dan layak dipertimbangkan menjadi pendamping Ganjar.

"Tetapi kita melihat track record Pak Sandiaga Uno dalam perjalanannya itu adalah layak untuk menjadi pendamping pak Ganjar Pranowo, ini adalah pasangan yang sangat produktif. Itu kita memutuskan itu," ucapnya.

Mardiono tidak bisa memastikan seberapa besar peluang Sandi dipinang menjadi pendamping Ganjar. Dirinya menegaskan, keputusan mengenai cawapres bakal dibicarakan dengan seluruh partai pendukung Ganjar Pranowo, baik yang ada di parlemen maupun non parlemen.

"Akan kita bicarakan bersama antara PDIP dengan PPP dan tentu karena ada juga parpol yang bergabung, kerja sama dari Hanura dan Perindo tentu ini juga akan dibicarakan bersama," tuturnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Abror
E