Survei LSN: Prabowo Kalahkan Ganjar Dan Anies Karena Efek Jokowi

AKURAT.CO Lembaga Survei Nasional (LSN) melakukan survei tentang elektabilitas calon jika Pilpres 2024 diikuti tiga nama yakni Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan. Hasil survei memotret elektabilitas Prabowo unggul dari Ganjar dan Anies.
Survei dilakukan dari 10-19 Juli 2023 dengan melibatkan 1420 dengan teknik pengambilan sampel secara acak berjenjang (multistage random sampling).
Sedangkan ambang kesalahan (margin of error) yang ditetapkan dalam survei ini sebesar +/- 2,6% dengan tingkat kepercayaan (level of confidence) 95%. Validasi data mengacu pada data kependudukan yang dikeluarkan BPS.
"Jadi survei yang kami lakukan, simulasi tiga nama, elektabilitas Prabowo jauh lebih unggul dengan torehan 40,5 persen dibandingkan Ganjar Pranowo 30,8 persen dan Anies Baswedan 22,4 persen" kata Direktur Eksekutif LSN, Gema Nusantara Bakry dalam paparannya melalui daring, Rabu (26/7/2023).
Gema mengatakan, salah satu faktor makin menguatnya elektabilitas Prabowo tidak lepas dari endorsment Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia menyebut sebanyak 40,2 persen publik menyakini Jokowi mendukung Ketua Umum Partai Gerindra.
"Salah satu penyebabnya karena publik yakin Presiden Jokowi akhirnya akan menjatuhkan endorsmentnya kepada Prabowo. Itulah sebabnya kenapa elektabilitas Prabowo naik terus dan Ganjar terbenam 30,8 persen karena Jokowi efek berpengaruh terhadap Prabowo" ucapnya.
Sedangkan, elektabilitas Anies mengalami sedikit kenaikan, namun tetap menjadi juru kunci seandainya Pilpres hanya diikuti tiga kandidat. Gema tak menjelaskan naiknya elektabilitas.
"Sedangkan Anies tidak juga menunjukkan trend positif dan progresif guna mengejar ketertinggalan elektabilitasnya dari Prabowo maupun Ganjar," terangnya.
Sementara secara top of mind mengenai siapa yang akan dipilih jika Pilpres dilakukan sekarang, Prabowo menunjukan elektabilitas tertinggi dengan 28,5 persen. Menyusul Ganjar 17,6 persen dan Anies 13,4 persen.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





