Bahlil Perintahkan Musda Golkar Digelar di Daerah, Tolak Intervensi DPP

AKURAT.CO Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menegaskan komitmennya untuk tidak menarik pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) ke tingkat pusat, alias digelar di daerah masing-masing dan tidak dipusatkan di DPP.
Komitmen tersebut telah dia sampaikan sejak terpilih sebagai ketua umum dalam Musyawarah Nasional (Munas). Menurutnya, membawa Musda ke DPP merupakan pelanggaran terhadap konstitusi partai.
"Dan satu lagi janji saya dulu di Munas ketika saya terpilih saya tidak akan pernah melakukan Musda di DPP Partai Golkar. Menurut saya itu pelanggaran konstitusi," kata Bahlil membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar, di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Sabtu (20/12/2025).
Baca Juga: Bahlil Izinkan Kader Golkar Koreksi Kinerja DPP, Kritik Harus Disampaikan di Forum Resmi
Dia menekankan, Musda merupakan kewenangan daerah dan harus dilaksanakan di wilayah masing-masing. Bahlil menyebut hanya dua alasan yang kerap membuat Musda dibawa ke pusat, yakni lemahnya keberanian pimpinan atau adanya kepentingan tertentu.
"Musda itu ya di daerah bukan di DPP. Hanya dua aja, nyali ketua umumnya yang becek atau ada main-main itu saja," ujarnya.
Dari total Musda yang berlangsung, tidak ada satu pun yang berakhir buntu hingga harus ditarik ke pusat. Dia memastikan seluruhnya berjalan di daerah, termasuk delapan Musda yang masih akan digelar.
"Dan saya sudah sepakat untuk sisanya pun dari 30 itu enggak ada yang deadlock, enggak ada yang dibawa ke pusat dan semuanya Musda di daerah dan 8 nya lagi kita akan melakukan Musda di daerah," katanya.
Meski mengakui adanya proses negosiasi dalam Musda, Bahlil menilai hal tersebut sebagai dinamika yang wajar dalam tradisi politik Golkar. Dia menyebut negosiasi sebagai bagian dari seni berpolitik.
"Bahwa dalam prosesnya ada negosiasi ya namanya saja Golkar. Golkar ini enggak ada bola saja main apalagi ada bola. Dan itu seni," ujarnya.
Menurut Bahlil, perbedaan pandangan tidak harus selalu diselesaikan melalui konflik terbuka. Dia menilai, kekompakan dan kepemimpinan menjadi kunci utama dalam membesarkan partai.
"Kita butuh kekompakan Bapak-Ibu semua. Kita butuh kekompakan, tidak akan mungkin partai ini besar tanpa kesulitan," tegasnya.
Dia menekankan pentingnya kepemimpinan yang solid, agar Golkar tetap bertahan dan mencapai tujuan politiknya.
"Saya belum menemukan satu teori kepemimpinan dalam mengelola sebuah organisasi yang mana organisasi itu akan survive dan mencapai di tujuan tanpa ada kekompakan dan leadership yang baik," pungkas Bahlil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








