Bahlil Sebut Semua Menteri Sudah Bekerja Baik di Kabinet Prabowo–Gibran

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menanggapi hasil survei lembaga riset Center of Economic and Law Studies (CELIOS) yang menempatkannya sebagai menteri dengan kinerja terendah di Kabinet Merah Putih.
Menanggapi temuan tersebut, Bahlil mengaku belum mengetahui detail survei yang dimaksud. Karena itu, ia enggan berkomentar lebih jauh.
“Saya baca dulu ya, saya belum baca,” kata Bahlil usai menghadiri perayaan HUT ke-61 Partai Golkar di Kantor DPP Golkar, Jakarta Barat, Senin (20/10/2025) malam.
Meski demikian, Bahlil menegaskan, seluruh anggota kabinet di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah bekerja dengan maksimal.
“Semua (kinerja menteri) baik. Semuanya baik,” ujarnya singkat.
Sebelumnya, CELIOS merilis hasil survei terbaru mengenai penilaian publik dan pengamat terhadap kinerja para menteri Kabinet Merah Putih menjelang satu tahun masa pemerintahan Prabowo–Gibran.
Survei yang dilakukan pada periode 30 September hingga pertengahan Oktober 2025 ini melibatkan kombinasi penilaian publik dan panel pakar (expert panel) terhadap berbagai aspek kinerja menteri, mulai dari efektivitas kebijakan hingga respons terhadap isu publik.
Baca Juga: Bahlil: Program Makan Bergizi Gratis Sangat Mulia, Saya Pernah Alami Busung Lapar
Hasilnya, Bahlil Lahadalia memperoleh skor minus 151 poin, menjadikannya menteri dengan penilaian paling rendah dibandingkan anggota kabinet lainnya.
CELIOS menjelaskan, rendahnya skor tersebut terutama dipengaruhi oleh persepsi negatif publik terhadap kebijakan energi dan tata kelola sumber daya alam yang dinilai belum menunjukkan hasil signifikan sepanjang satu tahun terakhir.
Selain Bahlil, beberapa menteri lain juga mencatat nilai rendah, antara lain Menteri HAM Natalius Pigai dengan skor minus 79 poin, dan Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan dengan skor minus 22 poin.
Direktur CELIOS Bhima Yudhistira mengatakan, survei ini menjadi bahan refleksi bagi pemerintah untuk memperkuat koordinasi dan memperbaiki komunikasi publik antar-kementerian.
“Publik kini lebih sensitif terhadap kinerja kementerian yang bersinggungan langsung dengan kebutuhan hidup sehari-hari, seperti energi, pangan, dan kesejahteraan sosial,” ujar Bhima dalam keterangannya, Minggu (19/10/2025).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 3ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 4Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 5Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 6Persija Terpaksa Jamu Java United di Bali, Terancam Pengurangan Poin Jika 4 Kali Musafir
- 7Kenapa Thailand Ingin Berantas Ikan Nila Hitam? Ini 5 Alasannya
- 8Prediksi Skor Sunderland vs AZ Alkmaar 17 September 2026: The Black Cats Bisa Tahan Tim Belanda?
- 9Prabowo Pimpin Sidang DEN di Istana, Instruksikan Persiapan E50 untuk Perkuat Kemandirian Energi
- 10Terungkap di Sidang Korupsi Kuota Haji: Anak Buah Bos Maktour Setor USD10 Ribu ke Pejabat Kemenag








