Akurat

Prabowo Minta Jajaran Menteri Perbanyak Aksi: Kurangi Kunker ke Luar Negeri dan Studi Banding

Atikah Umiyani | 2 November 2024, 19:48 WIB
Prabowo Minta Jajaran Menteri Perbanyak Aksi: Kurangi Kunker ke Luar Negeri dan Studi Banding

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto, memberi penegasan kepada anggota Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) yang baru resmi berdiri, untuk memperbanyak aksi ketimbang bicara. Prabowo juga mendesak agar GSN tidak terlalu banyak menggelar acara dalam bentuk seminar-seminar.

"Jadi saudara-saudara, jangan terlalu banyak kita seminar. Jangan terlalu banyak omon- omon. Sekarang, aksi, aksi, aksi," kata Prabowo saat berpidato dalam acara deklarasi GSN di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (2/11/2024).

Baca Juga: GSN Beri Bantuan 10 Ribu Seragam Sekolah untuk Anak-anak, Prabowo: Masih Kurang

Pada kesempatan itu, Dia juga memberi pesan kepada jajaran Kabinet Merah Putih yang kebetulan mayoritasnya hadir dalam acara tersebut. Dia mengimbau, agar para pegawai kementerian jangan terlalu banyak berpergian ke luar negeri dengan alasan kunjungan kerja atau studi banding.

"Karena kebetulan banyak menteri yang hadir, saya juga mohon, jangan terlalu banyak anggotamu jalan-jalan ke luar negeri. Kalau mau jalan ke luar negeri, pakai uang sendiri boleh," ujarnya.

"Jadi, kurangi yang seminar-seminar, apalagi kunjungan kerja, studi banding. Mau studi apa? Kalian sudah tahu masalahnya. Enggak usah terlalu banyak studi, studi, studi. Ini, ini gampang diucapkan, tapi ujungnya sulit dilaksanakan," tambahnya.

Prabowo menegaskan, yang terpenting saat ini yaitu memfokuskan perhatian terhadap berbagai kesulitan yang dihadapai rakyat. Dia juga berharap, APBN yang ada benar-benar bisa bermanfaat untuk rakyat.

"Masalahnya adalah, sekarang, kita harus, pusatkan perhatian kita mengatasi kesulitan rakyat. Masalahnya begitu. Jadi, mohon, yakinkanlah seluruh anak buah kita, kurangi ke luar negeri," ungkapnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.