Golkar Yakin Parpol Pengusul Hak Angket Belum Tentu Kompak di DPR

AKURAT.CO Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily yakin partai politik pengusul hak angket untuk menyelidiki kecurangan pemilu, belum tentu kompak satu suara di DPR.
Anggota DPR Komisi VIII ini mengatakan, para ketum parpol tersebut bisa objektif dalam menangani perkara hak angket ini.
"Saya kira demikian (belum tentu kompak), ya kita lihat saja," ucap Ace, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/2/2024).
Baca Juga: Golkar Tegas Tolak Hak Angket: Urgensinya Apa?
Adapun parpol pengusul hak angket ini adalah kubu paslon nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, yaitu PDIP dan PPP. Ditambah kubu Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, yakni Nasdem, PKS, dan PKB.
"Saya yakin para ketua umum partai, terutama partai pendukung pemerintah akan objektif terhadap bagaimana seharusnya hak angket itu ditempatkan," sambung Ace.
Dia menambahkan, kurang tepat jika hak angket digunakan untuk menekan penyelenggara pemilu, yakni KPU. Karena KPU bukan pemerintah. Maka dari itu, ia menyarankan untuk menyerahkan hasil pemilu ini kepada KPU.
"Ketika ada upaya melakukan hak angket dengan cara, misalnya menekan KPU, KPU ini bukan pemerintah. KPU ini adalah pelaksana undang-undang yang sifatnya independen, karenanya serahkan kepada KPU," bebernya.
"Kalau ada dinilai kecurangan ada Bawaslu yang juga dipilih oleh DPR, kalau dinilai bahwa KPU, Bawaslu dinilai misalnya melanggar kode etik, maka ada DKPP. Nah setelah itu kalau misalnya hasil dari pemilu ini dinilai diduga melakukan kecurangan, kan tinggal diserahkan kepada Mahkamah Konstitusi," tandas Ace.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK








