Akurat

Indikator Ungkap Sebab Prabowo-Gibran Unggul Telak: Pemilih Muda, Jawa dan NU

Mukodah | 21 Februari 2024, 23:35 WIB
Indikator Ungkap Sebab Prabowo-Gibran Unggul Telak: Pemilih Muda, Jawa dan NU

AKURAT.CO Indikator Politik Indonesia merilis hasil exit poll Pilpres 2024 dan mengungkapkan faktor-faktor kemenangan telak pasangan nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Menurut peneliti utama indikator, Burhanuddin Muhtadi, faktor-faktor tersebut yaitu adanya partisipasi pemilih yang tinggi dari pendukung Prabowo-Gibran termasuk pemilih muda, pemilih etnis Jawa dan pemilih basis Nahdlatul Ulama.

"Ternyata dari gen Z yang menggunakan hak pilihnya di sampel kita 23 persen. Proporsi nasionalnya 22 persen. Artinya tidak benar asumsi yang mengatakan generasi muda cenderung golput. Jadi semakin muda pemilih, semakin memilih Pak Prabowo. Dan ternyata gen Z dan generasi milenial itu dalam jumlah yang lebih besar dari proporsi nasional menggunakan haknya di tanggal 14 Februari kemarin," jelasnya dalam rilis virtual, Rabu (21/2/2024).

Selanjutnya, faktor pemilih dari etnis Jawa bahwa yang hadir di TPS 43,2 persen. Padahal, data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat etnis Jawa itu sekitar 43 persen.

Baca Juga: Analisa CSIS Soal Faktor Kemenangan Prabowo-Gibran

"Jadi orang Jawa cenderung menggunakan hak pilihnya termasuk etnis Sunda dan yang lainnya. Di sini intinya kira-kira, etnis Jawa yang notabenenya adalah pro Prabowo-Gibran berdasarkan survei sebelum pemilu cenderung menggunakan hak pilihnya untuk mencoblos Prabowo-Gibran," kata Burhanuddin.

Berikutnya dari basis pemilih NU yang jumlahnya sebesar 59,0 persen untuk ke TPS.

Menurut Burhanuddin, biasanya basis pemilih hanya 50-51 persen namun sekarang meningkat.

"Hal ini menjelaskan mengapa Prabowo-Gibran unggul telak, berdasarkan survei sebelumnya Prabowo-Gibran mendapatkan dukungan besar dari kalangan NU dan ketika mereka semua datang ke TPS dalam jumlah besar dari proporsi aslinya maka itu akan menjelaskan mengapa elektabilitas Prabowo-Gibran lebih besar," terangnya.

Survei exit poll ini dilakukan pada 3.000 TPS yang tersebar di setiap daerah pemilihan. Sampel dipilih dengan metode stratified two-stage random sampling. Sebanyak 2.975 responden diwawancara.

Baca Juga: Quick Count CSIS Konfirmasi Prabowo-Gibran Menang Satu Putaran: Demokrasi Masih Pilihan Terbaik

Sementara tingkat toleransi kesalahan atau margin of error +/- 1,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Exit poll sendiri adalah metode untuk mengetahui opini publik yang dilakukan sesaat setelah seseorang keluar dari bilik suara yang ada di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Umumnya, pertanyaan yang diajukan cenderung tidak terlalu banyak. Namun, ada salah satu informasi yang digali dalam exit poll.

Informasi tersebut adalah alasan memilih sehingga distribusi suara pemilih dapat diketahui lebih dalam.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK