Pilpres 2014 Ulangi Hasil 2009, Legitimasi Jadi Pertaruhan

AKURAT.CO Paslon capres-cawapres nomor urut 2, Prabowo-Gibran, unggul pada Pilpres 2024 versi hitung cepat (quick count). Kondisi ini mengingatkan hasil Pilpres 2009 yang diikuti dengan tiga paslon namun berakhir dalam satu putaran, sepanjang sejarah pemilihan langsung capres-cawapres.
Peneliti BRIN, Lili Romli menyebut, legitimasi hasil Pilpres 2024 bakal menjadi pertaruhan. Terlepas dari pilihan rakyat, namun proses pelaksanaan pemilu lengkap dengan dinamikanya, membuar wajar kalau banyak pihak mempertanyakan keabsahan hasil pemilu.
“Senang tidak senang, pemilih sudah menjatuhkan pilihan pada Prabowo-Gibran. Jika dalam proses pemungutan suara berjalan tanpa ada kecurangan secara masif dan terstruktur serta angka golput wajar, tidak mencolok, saya kira pemenang pilpres akan legitimitate,” kata Romli, di Jakarta, Rabu (14/2/2024).
Baca Juga: Pilpres 2024 Bakal 1 Putaran, Jokowi: Kita Tunggu Saja…
Prabowo-Gibran mendominasi hasil hitung cepat banyak lembaga survei, termasuk di wilayah timur Indonesia. Bahkan kandang banteng juga ikut dikangkangi.
Situasi ini mirip tapi tak serupa dengan hasil Pilpres 2009 yang berujung pada instabilitas politik, selama masa kepemimpinan periode kedua Presiden SBY, yang turut membenamkan Partai Demokrat.
Romli menyebut, dinamika yang terjadi selama pelaksanaan Pemilu 2024, kalau mau membandingkannya hasil pemungutan suara kendati bisa diperdebatkan, hanya terjadi pada tataran elite saja. Tidak membawa implikasi pada akar rumput.
Baca Juga: Pilpres Satu Putaran, Belum Ketemu Rumusannya...
“Kebijakan populis makan siang gratis dan endorsemenet Presiden yang menentukan pemilih memilih paslon 02,” tuturnya.
Dirinya berharap parpol-parpol kalah pada Pemilu 2024 tetap konsisten dalam garis perjuangan. Berani berada di seberang mengoreksi pemerintahan yang akan datang, sekalipun KPU belum menetapkan hasil Pemilu 2024.
“Kita berharap partai yang kalah tetap akan berada di luar pemerintahan untuk menjadi oposisi, sehingga ada kontrol bagi jalannya pemerintahan,” ungkap Romli.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK






