Selidiki Laporan Migrant Care soal DPT Ganda, Bawaslu Periksa PPLN Johor Bahru

AKURAT.CO Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, mulai memeriksa temuan data daftar pemilih tetap (DPT) luar negeri yang dilaporkan Migrant Care di Johor Bahru, Malaysia. Dalam laporan tersebut, Migrant Care menemukan dugaan adanya 3 ribu pemilih ganda di Johor Bahru.
"Johor lagi kita periksa, Panwaslu Johor juga lagi kita minta keterangan minta PHP nya (laporan hasil pengawasan) mereka," kata Ketua Bawaslu, Rahmat Bagja, di kantor Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (2/2/2024).
Baca Juga: Bawaslu Tolak Laporan Pemilih Ganda di New York, Migrant Care Bilang Begini...
Ketua Bawaslu RI dua periode itu menjelaskan, pemeriksaan LHP sangat dibutuhkan guna membuktikan adanya pelanggaran atau tidak seperti dalam temuan Migrant Care yang dilaporkan ke Bawaslu RI.
"Makanya kita cek dulu LHP nya, jika kemudian ada indikasi pidana tentu kita sampaikan ke teman-teman polisi dan jaksa. Kalau ada pelanggaran administrasi nanti kita lihat prosesnya," ujarnya.
Dia menuturkan, DPT luar negeri dalam beberapa pemilu terakhir masuk dalam kategori rawan, di mana Malaysia menjadi salah satunya. Kendati demikian, pihaknya berharap pada gelaran pemilu 2024 tidak terjadi penggelembungan suara.
"Memang Indeks kerawanan pemilu di luar negeri ada satu daerah lagi. Potensi (penggelembungan) ada, tapi perlu kita cek benar atau tidak? semoga tidak," tandasnya.
Sebelumnya, Perkumpulan Indonesia untuk Buruh Migran Berdaulat (Migrant Care) menemukan pemilih ganda dalam daftar pemilih tetap luar negeri (DPTLN) Johor Bahru, Malaysia. Temuan itu langsung dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu RI (Bawaslu).
"Kami mempelototi empat ribu lembar dokumen lebih yang berisi 119 lebih nama-nama dan kami menduga dengan keterbatasan yang kami punya karena kami mempelototi secara manual, kami mendapatkan 3 ribu lebih nama-nama dan kejanggalan yang terkandung dalam DPTLN Johor Bahru ini," kata Direktur Eksekutif Migrant Care, Wahyu Susilo dalam jumpa pers di Media Center Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (1/2/2024).
Baca Juga: Endus Potensi Kecurangan Pemilu di Malaysia, TKN Prabowo-Gibran Minta Bawaslu Turun Tangan
Wahyu mengaku temuan dokumen pemilih ganda di Johor Bahru lebih banyak dari kasus DPTLN di New York, Amerika Serikat. Migrant Care mengeklaim ada sedikitnya 374 pemilih ganda dalam DPT New York. Mereka memperkirakan, jumlah itu bisa saja lebih besar jika ditelusuri lebih jauh.
"Hari ini kami melaporkan temuan DPTLN Johor Bahru 10 kali lipat dari pelanggaran data ganda pada waktu New York. Setelah kami menerima laporan dari teman-teman New York. kami juga mendapatkan pelaporan mengenai kejanggalan DPTLN yang diterbitkan oleh PPLN Johor Bahru," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 3ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 4Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 5Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 6Persija Terpaksa Jamu Java United di Bali, Terancam Pengurangan Poin Jika 4 Kali Musafir
- 7Kenapa Thailand Ingin Berantas Ikan Nila Hitam? Ini 5 Alasannya
- 8Prediksi Skor Sunderland vs AZ Alkmaar 17 September 2026: The Black Cats Bisa Tahan Tim Belanda?
- 9Prabowo Pimpin Sidang DEN di Istana, Instruksikan Persiapan E50 untuk Perkuat Kemandirian Energi
- 10Terungkap di Sidang Korupsi Kuota Haji: Anak Buah Bos Maktour Setor USD10 Ribu ke Pejabat Kemenag





