AKURAT.CO Menhan Prabowo Subianto dianggap menjadi solusi terbaik Indonesia untuk melangkah maju ke depan. Ketum Gerindra yang diusung sebagai capres oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM) dianggap figur tepat dalam mewujudkan keadilan sosial.
Figur Prabowo yang lekat dengan citra patriot, membuat Gerakan Perjuangan masyarakat Pluralisme (GPMP) menyatakan dukungan. Bahkan siap mengawal agenda pemenangan Prabowo.
"Alasan kami mendukung Pak Prabowo karena saat ini kita butuhkan pemimpin yang dapat mewujudkan Keadilan Sosial dengan perbedaan yang ada bagi seluruh Rakyat Indonesia dan butuh sosok yang bisa melanjutkan kesinambungan pembangunan yang ada saat di era Presiden Jokowi," kata Ketum GPMP, Andreas Benaya Rehiary, di Rumah Besar Relawan 08, Slipi, Jakarta, Jumat (29/9/2023).
Baca Juga: Indonesia Butuh Prabowo
Menurutnya, Indonesia membutuhkan sosok pemimpin yang memahami persoalaan pluralisme yang ada saat ini. Prabowo dianggap mampu membasmi praktik-praktik intoleransi dan radikalisme.
“Saat ini, Indonesia membutuhkan sosok pemimpin yang memahami persoalan pluralisme yang ada seperti intoleran dan radikalisme. Ke depan kita butuh pemimpin yang tegas dan kuat menghadapi ini dan sosok paling tepat adalah Pak Prabowo," ungkapnya.
Baca Juga: Jadi Presiden, Prabowo Bukan Ancaman
Wakil Koordinator Rumah Besar Relawan Prabowo 08, Haris Rusli Moti mengapresiasi dukungan GPMP. Haris menganggap, Prabowo figur yang memahami pluralisme Indonesia dan menganggapnya sebagai kekayaan yang perlu dijaga.
“Indonesia ini sangat Bhinneka Tunggal Ika, bangsa ini dibangun dari perbedaan yang membuat kita menjadi kuat. Pancasila yang menyatukan kita semuanya yang mengedepankan bermusyawarah, kerjasama dan kolaborasi seperti yang dilakukan oleh Pak Prabowo saat ini dan hal ini bukan hanya omongan saja tetapi telah beliau buktikan dengan baik," tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 8Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 9Pemerintah Tegaskan Perekonomian Indonesia Masih Positif Jelang Akhir Tahun
- 10Ketua KPK Ingatkan Nusron Wahid Penuhi Panggilan Penyidik Tanpa Harus Dijemput Paksa








