Survei Poltracking: Prabowo Masih Jadi Tokoh Paling Kuat Menuju Pilpres 2029

AKURAT.CO Satu tahun memimpin pemerintahan, Presiden Prabowo Subianto masih menjadi figur paling dominan dalam peta elektoral menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.
Survei nasional Poltracking Indonesia menunjukkan, elektabilitas Prabowo unggul jauh dibandingkan tokoh-tokoh politik lainnya, menegaskan posisinya sebagai magnet politik utama pasca satu tahun pemerintahan berjalan.
Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda Rasyid, menjelaskan bahwa dalam simulasi semi terbuka calon presiden 2029, Prabowo Subianto memperoleh elektabilitas sebesar 48,5 persen.
Di posisi kedua terdapat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dengan 15,7 persen, disusul Anies Baswedan dengan 6,3 persen. Sementara tokoh-tokoh potensial lainnya tercatat masih di bawah lima persen.
“Dominasi Prabowo menunjukkan bahwa tingkat kepuasan publik terhadap pemerintah berdampak langsung pada penguatan modal elektoral pribadi Presiden,” ujar Hanta Yuda dalam rilis survei bertajuk “Evaluasi Satu Tahun Kinerja Pemerintahan Prabowo–Gibran”, Minggu (19/10/2025).
Poltracking juga memotret simulasi calon wakil presiden 2029. Hasilnya, Gibran Rakabuming Raka menempati posisi teratas dengan elektabilitas 37 persen. Ia diikuti oleh Dedi Mulyadi (13,6 persen) dan Agus Harimurti Yudhoyono (6,1 persen).
Baca Juga: Deretan Menteri Berprestasi di Tahun Pertama Pemerintahan Prabowo-Gibran, Purbaya Masuk Tiga Besar
“Temuan ini menunjukkan bahwa pasangan Prabowo–Gibran masih memiliki daya tarik politik yang tinggi di mata publik setelah satu tahun memimpin pemerintahan,” tambah Hanta.
Selain elektabilitas individu, Poltracking turut mengukur kekuatan partai politik. Dalam simulasi surat suara, Partai Gerindra menempati posisi teratas dengan elektabilitas 24,1 persen.
Peringkat berikutnya ditempati oleh PDI Perjuangan (15,7 persen), Partai Golkar (9,5 persen), dan PKB (8,4 persen). Adapun Partai NasDem mencatat 6 persen, disusul PKS (5,6 persen), Partai Demokrat (5,4 persen), dan PAN (3,9 persen).
Menurut Hanta, hasil tersebut memperlihatkan konsolidasi politik yang relatif stabil di bawah kepemimpinan Prabowo–Gibran.
“Kinerja positif pemerintah di bidang strategis seperti pendidikan, kesehatan, dan ketahanan pangan tampaknya ikut memperkuat posisi politik Gerindra di mata publik,” jelasnya.
Meski dominasi Prabowo dan Gerindra terlihat kuat, Hanta menegaskan bahwa peta elektoral menuju 2029 masih sangat dinamis.
“Survei ini merupakan potret elektoral pada Oktober 2025, bukan prediksi final. Persepsi publik akan sangat bergantung pada keberlanjutan kebijakan dan konsistensi kinerja pemerintahan ke depan,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










