Banyak Pemilih Belum Tahu Prabowo Pernah Dipecat TNI

AKURAT.CO Banyak pemilih belum tahu bahwa Prabowo Subianto pernah dipecat TNI. Data dari SMRC menunjukkan sebanyak 76 persen pemilih dari sampel yang diambil hampir 5.000 tidak tahu fakta tersebut.
Saiful Mudjani, dalam memaparkan hasil survei nasional selama Juli-Agustus 2023 menyebutkan, hanya 24 persen pemilih yang mengetahui Prabowo pernah diberhentikan Presiden Habibie dengan jabatan Panglima Kostrad pada 23 Mei 1998, terkait isu penculikan aktivis.
"Pada tingkat yang basic saja memang isu ini bukan yang besar," kata Saiful Mudjani, dalam rilis yang disiarkan melalui channel YouTube SMRC TV, dipantau dari Jakarta, Kamis (31/8/2023).
Baca Juga: SMRC: Apabila Pengenalan Berimbang, Ganjar Ungguli Prabowo Di Head To Head
Dari total 24 persen yang mengetahui (aware) mengenai fakta pemberhentian itu, sebanyak 46 persen diantaranya meyakini pemberhentian yang dilakukan Habibie benar. Sedangkan sisa 39 persen menjawab tidak yakin.
Menurut Saiful, fakta Prabowo pernah dipecat dari militer membawa pengaruh kepada pilihan masyarakat. Suara mereka cenderung bakal memilih Ganjar Pranowo, sekalipun Anies Baswedan juga ikut mendapatkan limpahan suara.
Sekalipun begitu, isu Prabowo pernah dipecat tidak mempengaruhi militansi pemilih yang loyal. "Artinya di antara pemilih Prabowo ini tidak terlalu care, saya tahu atau tidak tahu, pokoknya saya pilih Prabowo saja," ujarnya.
Baca Juga: Jokowi Tak Persoalkan Prabowo Gunakan Nama Koalisi Indonesia Maju
Menurut Saiful lagi, isu tersebut cukup signifikan mempengaruhi pilihan masyarakat. Alasannya, apabila tingkat pengetahuan masyarakat tinggi bahwa Prabowo pernah dipecat dari militer, bakal menaikan pula potensi keterpilihan Ganjar.
"Jadi kalau jumlah orang yang aware bahwa Prabowo itu diberhentikan dari dinasnya, kalau jumlahnya naik, maka jumlah orang yang yakin itu bahwa keputusan yang dibuat oleh Presiden Habibie itu benar, jumlahnya juga akan naik," kata Saiful.
"Kalau jumlahnya naik, efeknya juga akan besar terhadap pemilih. Positif kepada Ganjar dan akan negatif terhadap Prabowo. Jadi kepada pendukung Pak Prabowo jangan main-main terhadap isu ini, jadi harus dijelaskan dengan sebaik-baiknya apa yang terjadi pada tahun 1997-1998," bebernya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









