Apa Itu Clickbait Media Online Beserta Dampaknya

AKURAT.CO Di era digital saat ini, media online berlomba-lomba menarik perhatian pembaca di tengah banjir informasi yang muncul setiap detik.
Judul berita menjadi senjata utama untuk menggaet klik dari pengguna internet yang cenderung membaca cepat dan selektif.
Dalam kondisi inilah, istilah clickbait semakin sering ditemui dan digunakan oleh berbagai platform media daring.
Clickbait kerap dianggap sebagai strategi ampuh untuk meningkatkan jumlah kunjungan ke sebuah situs. Namun, di balik judul yang sensasional dan menggoda, praktik ini menimbulkan perdebatan terkait etika, kualitas informasi, serta kepercayaan pembaca terhadap media online.
Oleh karena itu, penting untuk memahami apa itu clickbait, bagaimana ciri-cirinya, serta dampaknya bagi pembaca dan dunia jurnalistik digital.
Baca Juga: Ternyata, YouTube Gunakan AI untuk Memfilter Konten Clickbait
Pengertian Clickbait
Clickbait adalah teknik penulisan judul atau penyajian konten yang dibuat secara provokatif, berlebihan, dan memancing rasa penasaran pembaca agar mengklik suatu tautan.
Judul clickbait biasanya tidak memberikan informasi secara utuh, bahkan terkadang tidak sejalan dengan isi artikel yang sebenarnya.
Fokus utamanya adalah mendapatkan klik sebanyak mungkin, bukan menyampaikan informasi secara mendalam.
Dalam media online, clickbait sering digunakan untuk meningkatkan trafik, jumlah tayangan halaman, serta potensi pendapatan dari iklan digital. Meski efektif dari sisi statistik, clickbait sering kali mengorbankan kualitas dan keakuratan informasi.
Baca Juga: Mahfud Md: Clickbait Tidak Masalah, Tapi...
Ciri-ciri Judul Clickbait
Judul clickbait dapat dikenali melalui beberapa karakteristik berikut:
- Menggunakan kata-kata sensasional seperti “mengejutkan”, “terungkap”, atau “tidak disangka-sangka”
- Menyembunyikan informasi utama, sehingga pembaca harus mengklik untuk mengetahui isi sebenarnya
- Memanfaatkan emosi pembaca, seperti rasa takut, penasaran, atau kemarahan
- Menjanjikan sesuatu yang berlebihan, tetapi tidak sebanding dengan isi artikel
- Menggunakan angka atau daftar, misalnya “nomor 5 bikin kaget”
Ciri-ciri tersebut dirancang untuk menarik perhatian dengan cepat, terutama di media sosial dan halaman pencarian.
Alasan Media Online Menggunakan Clickbait
Penggunaan clickbait tidak terlepas dari persaingan ketat di dunia digital. Media online dituntut untuk mendapatkan trafik tinggi agar tetap bertahan.
Semakin banyak klik yang diperoleh, semakin besar peluang mendapatkan pemasukan dari iklan.
Selain itu, algoritma platform digital juga cenderung memprioritaskan konten dengan tingkat interaksi tinggi, sehingga clickbait dianggap sebagai solusi instan.
Namun, strategi ini sering kali hanya efektif dalam jangka pendek dan dapat menimbulkan masalah dalam jangka panjang.
Dampak Clickbait bagi Pembaca
Bagi pembaca, clickbait dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti:
- Kekecewaan terhadap isi konten karena tidak sesuai dengan judul
- Pemborosan waktu akibat membaca artikel yang kurang informatif
- Kesalahpahaman informasi, terutama jika judul terlalu dilebih-lebihkan
- Menurunnya kepercayaan terhadap media online
Ketika pembaca merasa sering tertipu oleh judul, mereka cenderung enggan kembali mengakses media tersebut.
Dampak Clickbait bagi Media
Bagi media online, penggunaan clickbait secara berlebihan dapat merusak reputasi dan kredibilitas.
Kepercayaan pembaca adalah aset utama media, dan ketika hal tersebut hilang, loyalitas audiens akan menurun.
Dalam jangka panjang, media yang mengandalkan clickbait tanpa kualitas konten berisiko ditinggalkan pembacanya.
Clickbait media online adalah strategi penulisan judul yang bertujuan menarik perhatian dan meningkatkan jumlah klik melalui cara yang sensasional dan menggugah rasa penasaran.
Meski efektif untuk mendongkrak trafik dalam waktu singkat, clickbait dapat berdampak negatif bagi pembaca dan reputasi media jika tidak diimbangi dengan isi konten yang berkualitas.
Oleh karena itu, media online perlu lebih bijak dalam menyajikan judul agar tetap menarik tanpa mengorbankan akurasi dan kepercayaan publik.
Vania Tri Yuniar (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









